Wecarejatim.com, Sidoarjo – Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo berhasil membongkar industri pengoplosan beras berskala besar di Gudang Beras PT Sumber Pangan Group, Desa Keper, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Industri ini diketahui sudah beroperasi selama 2 tahun dan memproduksi beras oplosan hingga 14 ton per hari.
Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, pelaku mencampurkan 1 kilogram beras premium dengan 10 kilogram beras kualitas rendah atau beras pecah kulit (PK). Beras kemudian diproses melalui serangkaian mesin untuk membuatnya tampak seperti beras premium.
Beras yang telah dicampur kemudian masuk ke mesin poles untuk mengubah bentuk fisiknya, lalu diproses ulang di mesin pengkilap. Setelah didinginkan, beras kembali dipoles hingga menyerupai beras premium. Proses pengolahan tidak berhenti di situ, beras yang telah melalui tahap pengilingan kemudian masuk ke mesin pelusutan untuk dipisahkan butiran beras putih yang lolos sortir dan butiran yang tercampur kerikil dan pasir.
Total kerugian akibat praktik ini ditaksir mencapai Rp 13 miliar selama 2 tahun lebih operasional. Tim penyidik juga menemukan berbagai barang bukti seperti 12,5 ton beras, mesin poles, mesin pres, alat pengemas, serta kendaraan distribusi.
Polresta Sidoarjo masih mendalami jaringan distribusi dan melakukan penarikan barang oplosan dari pasaran di wilayah Sidoarjo dan Pasuruan.
“Kami akan terus mengusut tuntas kasus ini untuk memastikan bahwa praktik pengoplosan beras tidak terjadi lagi di masa depan,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing.







