SumenepMadura

Ahmad Juhairi: Investasi Asing di Sumenep Harus Prioritaskan Kesejahteraan Warga Lokal

×

Ahmad Juhairi: Investasi Asing di Sumenep Harus Prioritaskan Kesejahteraan Warga Lokal

Sebarkan artikel ini
Gabungan
Foto: Bupati Sumenep, Fhilip Gu Ceo Stemcell United Limited (ASX: SCU) dan Ahmad Juhairi Anggota DPRD Sumenep

Wecarejatim.com, Sumenep – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep Komisi 1, Ahmad Juhairi, mengingatkan pentingnya kebijakan bijak dalam menanggapi tawaran investasi besar dari Stemcell United Limited (ASX: SCU), perusahaan asal Singapura yang berencana menanamkan modal senilai Rp16 triliun di sektor kelautan dan perikanan Sumenep.

Juhairi menegaskan bahwa investasi sebesar itu harus benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep, terutama yang tinggal di kepulauan terpencil seperti Masalembu, Kangayan, dan Sapeken, yang selama ini masih mengalami disparitas pembangunan.

“Jangan sampai investasi asing ini justru menjadi pintu masuk penguasaan sektor kelautan dan perikanan kita oleh pihak asing. Apalagi, masyarakat lokal yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama malah menjadi tenaga kerja murah di tanah mereka sendiri,” tegas politisi Fraksi Nasdem tersebut.

Juhairi juga menyoroti bahwa meskipun Sumenep memiliki kekayaan laut yang melimpah, isu ketimpangan antara daratan dan kepulauan masih menjadi tantangan besar. Pulau-pulau terpencil seringkali kurang mendapatkan perhatian pemerintah, baik dalam hal infrastruktur dasar seperti listrik maupun fasilitas transportasi yang layak.

“Tawaran investasi ini adalah peluang besar. Namun, harus diingat bahwa ini bukan sekadar tentang keuntungan bisnis. Pemerintah harus memastikan bahwa program investasi ini berdampak langsung pada pengurangan disparitas antara daratan dan kepulauan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa keterlibatan investor asing tetap harus mengikuti aturan dan mengutamakan kepentingan rakyat Sumenep yang berdaulat. Menurutnya, pemerintah daerah harus memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung infrastruktur dan pengembangan sumber daya lokal, sambil memanfaatkan investasi asing sebagai pelengkap.

“Sumenep memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Dengan pengelolaan yang tepat dan keberpihakan kepada masyarakat lokal, potensi ini bisa menjadi motor utama kesejahteraan masyarakat,” pungkas Juhairi.

Dengan munculnya tawaran investasi ini, Juhairi mendesak pemerintah untuk mengambil langkah proaktif, termasuk memastikan transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan. “Investasi asing bukan solusi utama, tetapi salah satu cara untuk memperkuat kemandirian ekonomi kita,” tutupnya.