Wecarejatim.com, Pamekasan – Pengiriman rokok King Djava asal Madura ke Malaysia menjadi perhatian serius Bea Cukai. Dalam ekspor kedua yang dilakukan PT Empat Sekawan Mulia (ESM) dengan jumlah 5 juta batang, seluruh proses diawasi ketat sejak awal hingga kontainer resmi diberangkatkan.
Kepala Seksi Pelayanan Bea Cukai Madura, Budi Dewantoro, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan petugas untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Mulai dari produksi, pengemasan, hingga stuffing ke dalam kontainer tidak luput dari pengawasan.
“Bea Cukai hadir dalam setiap tahapan. Segel resmi yang dipasang adalah bukti pengawasan kami. Kalau di perjalanan segel itu rusak, berarti ada indikasi masalah,” tegas Budi, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, meski Bea Cukai tidak mengawal langsung hingga lokasi tujuan, segel yang dipasang pada kontainer menjadi jaminan keamanan barang ekspor. Jalur yang ditempuh adalah laut menuju Kalimantan, lalu dilanjutkan ke Malaysia melalui Bea Cukai Nunukan.
Sementara itu, pemilik King Djava, H. Suhaydi, mengapresiasi peran Bea Cukai Madura yang disebut sangat membantu kelancaran proses perizinan dan ekspor.
“Mulai dari dokumen hingga produksi, semua dibimbing. Kami berterima kasih kepada Bea Cukai yang selalu mendampingi, sehingga ekspor bisa berjalan sesuai aturan,” kata pria yang akrab disapa Bos Edi.
Ekspor kali ini sekaligus menjadi momentum penting bagi King Djava untuk memperluas pasar. Namun bagi Bea Cukai, pengawasan tetap menjadi prioritas utama demi menjaga keamanan dan kepastian hukum dalam setiap kegiatan ekspor.







