Regional

Cegah Sebaran PMK, Pemkab Lumajang Kaji Rencana Penutupan Perbatasan

×

Cegah Sebaran PMK, Pemkab Lumajang Kaji Rencana Penutupan Perbatasan

Sebarkan artikel ini
6791a81f14210

Wecarejatim.com, Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah mengkaji penutupan perbatasan untuk hewan ternak jenis sapi, kambing, maupun kerbau.

Penutupan perbatasan dilakukan untuk mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.

Penjabat (Pj) Bupati Lumajang, Indah Wahyuni mengatakan, sapi dan ternak lainnya dari kabupaten tetangga seperti Jember dan Probolinggo kerap masuk ke Lumajang untuk diperjualbelikan.

Saat ini, pihaknya masih akan mengumpulkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas hal tersebut.

Sebab, untuk melakukan penjagaan ketat di perbatasan membutuhkan banyak personel yang harus dikerahkan.

“Saya sudah bicara dengan Bu Kadis pertanian untuk dilakukan pencegahan sampai di perbatasan, nanti kami rapat OPD dulu baru kita keluarkan surat edaran untuk penutupan perbatasan,” kata Indah di Lumajang, Kamis (23/1/2025).

Indah menambahkan, saat ini Pemerintah sudah melakukan langkah pencegahan dengan menutup pasar hewan.

Meski telah ditutup, kata Indah, bukan tidak mungkin para pedagang akan melakukan transaksi jual beli sapi ke rumah-rumah.

“Pasar hewan sudah kita tutup, tapi mungkin mereka sudah langganan jadi transaksi jual belinya dilakukan di rumah,” tambah dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menjelaskan, secara teknis, di perbatasan petugas akan melakukan screening terhadap hewan ternak yang masuk maupun keluar.

Hanya hewan ternak sehat dan dibekali surat keterangan sehat dari dokter kesehatan hewan yang boleh melintas.

“Teknisnya akan ada pemeriksaan dokumen kesehatan, makanya perlu koordinasi lintas OPD untuk melakukannya,” kata Retno.

Sebagai informasi, ternak sapi yang terpapar PMK di Lumajang mencapai 1.143 ekor, 77 ekor di antaranya mati.

Pemerintah juga sudah menutup pasar hewan di Lumajang untuk mengantisipasi risiko penularan semakin bertambah.

Sumber: Kompas.com/Mid