AdvertorialBangkalanMadura

Dari Gizi Balita hingga UMKM, Kiprah PKK Bangkalan Diharapkan Nyata

×

Dari Gizi Balita hingga UMKM, Kiprah PKK Bangkalan Diharapkan Nyata

Sebarkan artikel ini
IMG 20250820 WA0025 1

Wecarejatim.com, Bangkalan – Langit Bangkalan masih teduh ketika ratusan kader PKK berkumpul di pendopo kabupaten, Rabu (20/8/2025). Suasana penuh semangat menyelimuti peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang dirangkai dengan pelantikan pengurus baru.

Namun, bagi Bupati Bangkalan Lukman Hakim, acara ini bukan sekadar seremoni. Ada pesan yang lebih dalam, “PKK adalah denyut nadi pembangunan daerah”.

Dalam pidatonya, Lukman menekankan betapa pentingnya peran PKK di akar rumput. Ia menyoroti masalah stunting yang masih menghantui generasi Bangkalan.

“PKK harus hadir dengan aksi nyata, bukan sekadar upacara. Mulailah dari hal sederhana, susu gratis untuk ibu hamil, gizi untuk balita. Itu lebih bermakna daripada seribu spanduk,” tegasnya.

Ucapannya disambut anggukan dari para kader yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, sekaligus motor penggerak desa.

Tak hanya soal kesehatan, PKK juga ditantang untuk menjadi garda depan dalam menggerakkan roda ekonomi. Dari ruang-ruang dapur desa hingga pelatihan UMKM, PKK diyakini mampu melahirkan aktivitas produktif bagi kaum perempuan.

“Kami siapkan program pinjaman tanpa bunga. Tapi inisiatifnya harus datang dari ibu-ibu PKK. Mereka yang tahu kebutuhan nyata di lapangan,” tambah Lukman.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, mengajak kader mengingat kembali akar sejarah PKK yang lahir dari semangat gotong royong sejak 1957.

Baginya, PKK bukan sekadar organisasi perempuan, melainkan sebuah gerakan sosial yang tak lekang oleh waktu.

“Lima puluh tiga tahun perjalanan PKK membuktikan satu hal: kita mampu menjadi tulang punggung keluarga, sekaligus mitra strategis pemerintah,” katanya penuh keyakinan.

Tema HKG tahun ini, “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Cita-cita Menuju Indonesia Emas”, menjadi pengingat bahwa kerja PKK sejalan dengan cita-cita bangsa. Dari dapur sederhana di desa, lahirlah gerakan besar yang menopang pendidikan anak. (Mid)