BangkalanBeritaMaduraPendidikan

Dies Natalis ke-12 FKIP UTM, Dari Era Kapur Tulis ke AI Calon Guru Dituntut Adaptif

×

Dies Natalis ke-12 FKIP UTM, Dari Era Kapur Tulis ke AI Calon Guru Dituntut Adaptif

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 05 12 13 55 59 16 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

BANGKALAN, WECAREJATIM.COM — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-12 melalui kegiatan Grand Opening dan Panggung Gembira yang digelar di halaman FKIP UTM, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, mahasiswa, civitas akademika, hingga unsur kepolisian dari Polres Bangkalan. Berbagai agenda turut memeriahkan acara, mulai dari Jalan-Jalan Sehat (JJS), pameran media pembelajaran, hingga hiburan musik daul khas Madura.

Dalam sambutannya, Gubernur FKIP UTM mengajak seluruh mahasiswa calon pendidik untuk terus menanamkan nilai-nilai pendidikan ala Ki Hadjar Dewantara.

“Filosofi ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani harus menjadi napas calon guru. Dies Natalis ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum lahirnya guru-guru pejuang pendidikan yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UTM, Dr. Badrud Tamam menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Dari era kapur tulis sampai era AI, guru dituntut adaptif. Tantangan hari ini adalah bagaimana mendidik generasi digital tanpa kehilangan ruh karakter dan budaya,” tegasnya.

Menurutnya, FKIP UTM harus menjadi kawah candradimuka bagi calon guru yang mampu menghadapi perubahan zaman dengan tetap menjunjung nilai pendidikan dan budaya lokal.

“Semoga di usia ke-12 ini FKIP semakin maju, bermutu, dan melahirkan lulusan yang siap mengabdi untuk Madura dan Indonesia,” tambahnya.

Wakil Rektor III UTM, Surokim juga mengapresiasi perjalanan FKIP selama 12 tahun dalam mencetak tenaga pendidik.

“FKIP adalah jantung UTM. Dies Natalis ini harus menjadi pemantik inovasi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kehadiran Polres Bangkalan dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan pendidikan di Madura.

Tinggalkan Balasan