Wecarejatim.com, Bangkalan — Harapan yang sempat nyaris padam akhirnya menyala. Seorang santriwati korban dugaan pencabulan oleh oknum lora di Kabupaten Bangkalan akhirnya ditemukan setelah lebih dari dua pekan dinyatakan hilang, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban ditemukan di kawasan Masjid Madinah, kaki Jembatan Suramadu, dalam kondisi selamat. Namun, luka yang ditinggalkan bukan hanya fisik, melainkan trauma psikologis mendalam akibat peristiwa yang dialaminya.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan penemuan korban. Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan detail proses penemuan tersebut.
“Yang bersangkutan sudah kembali. Saat ini masih didalami oleh penyidik Satreskrim. Jika ada perkembangan akan kami sampaikan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, pendamping korban, Mutmainnah, mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas ditemukannya santriwati tersebut. Ia menyebut perjuangan panjang selama korban menghilang tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan. Terima kasih kepada Polres, Polda, Kemenag, LPSK, Komnas HAM, dan semua pihak yang membantu agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Mutmainnah menegaskan bahwa korban adalah pihak yang harus paling dilindungi, bukan justru ditekan atau dibungkam. Ia meminta seluruh elemen masyarakat terus mengawal kasus ini agar keadilan benar-benar terwujud.
“Ini bukan hanya soal satu korban, tapi soal keberanian membela hak anak dan perempuan. Kami berharap publik tetap mengawal sampai tuntas,” tegasnya.
Terkait kondisi korban, pendamping meminta keluarga dan lingkungan sekitar tidak menggali keterangan apapun dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah pemulihan mental dan rasa aman korban.
“Korban butuh waktu untuk tenang. Jangan ada tekanan, jangan ada pertanyaan. Biarkan ia pulih terlebih dahulu,” jelasnya.
Korban diketahui ditemukan setelah keluarga menerima telepon dari nomor tidak dikenal yang memastikan identitas keluarga sebelum memberitahukan lokasi korban.
“Penelpon menyampaikan korban berada di Masjid Madinah, di bawah pohon mangga. Keluarga langsung mendatangi lokasi dan alhamdulillah korban ditemukan sesuai informasi,” terangnya.
Ketua Muslimah Humanis Indonesia (MHI) itu juga mendesak agar proses hukum berjalan cepat dan transparan, termasuk terhadap terduga pelaku lain yang hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik.
“Kami berharap semua pihak yang terlibat bersikap sportif. Surat pemanggilan sudah dilayangkan. Jangan biarkan korban menunggu keadilan terlalu lama,” pungkasnya.
Kasus ini kembali membuka mata publik bahwa korban kekerasan seksual kerap harus menanggung beban berlapis trauma, ketakutan, hingga risiko dikucilkan. Penemuan korban menjadi titik awal, bukan akhir, dari perjuangan panjang menuntut keadilan.







