Wecarejatim.com, Pamekasan – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Ansari, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.
Menurutnya, pendidikan yang berhasil lahir dari kesamaan paradigma antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak, terutama di tengah tantangan zaman digital yang kian kompleks.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Talkshow Sekolah Orang Tua (SOT) yang digelar Yayasan Al-Uswah Centre Pamekasan, Minggu (1/2/2026).
Hj. Ansari menilai, keterlibatan aktif orang tua merupakan faktor penentu dalam melahirkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
“Sukses tidaknya lembaga pendidikan melahirkan generasi emas tidak bisa dilepaskan dari kesamaan cara pandang antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak,” ujar Hj. Ansari.
Ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang sangat memengaruhi pola pikir dan perilaku anak. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut orang tua untuk terus belajar agar tidak tertinggal dan mampu menjadi pendamping yang tepat bagi anak-anaknya.
“Setiap detik teknologi berkembang sangat cepat dan itu memengaruhi anak-anak kita. Karena itu, orang tua harus terus belajar agar bisa mengarahkan dan membimbing anak dengan bijak,” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.
Legislator Dapil Madura ini menambahkan, Sekolah Orang Tua menjadi ruang strategis bagi orang tua untuk memahami karakter, potensi, serta dinamika perkembangan anak di era digital. Ia menilai banyak persoalan anak justru berakar dari pola asuh yang kurang tepat.
“Melalui Sekolah Orang Tua ini, orang tua belajar menjadi teladan. Peran orang tua hari ini akan sangat menentukan apakah anak tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Uswah Centre Pamekasan, Usman Sayyaf, menjelaskan bahwa program Sekolah Orang Tua merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun sinergi pendidikan antara sekolah dan keluarga.
Program ini telah berjalan rutin sejak 2018 dan menjadi ruang edukasi bagi wali murid, guru, serta masyarakat.
Menurut Usman, antusiasme orang tua terhadap Sekolah Orang Tua sangat tinggi karena mereka merasa mendapatkan bekal parenting dan wawasan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Saat ini, Al-Uswah membina sekitar 450 siswa aktif dari jenjang daycare hingga SMP, dengan jumlah alumni hampir mencapai seribu orang.
Ia juga menegaskan bahwa Al-Uswah terus berupaya beradaptasi melalui penguatan kurikulum berbasis sains, bahasa, dan teknologi, termasuk pengenalan coding dan AI.
“Tujuannya bukan semata mencetak anak pintar secara akademik, tetapi membangun cara berpikir kritis, berkarakter, dan berdaya saing untuk masa depan,” ujarnya.
Talkshow pendidikan ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Tulus Mustofa, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai pemateri utama dengan tema etika pendidikan menuju Indonesia Emas, serta dihadiri unsur Forkopimda Pamekasan.







