Wecarejatim.com | Jakarta — Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026). Pengunduran diri tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun hingga 8 persen dalam dua hari terakhir.
Dalam pernyataannya kepada publik, Iman Rachman menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa adanya sesi tanya jawab.
“Saya ingin menyampaikan dan ini tidak ada tanya jawab. Bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” tegas Iman.
Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) pada sesi I perdagangan Kamis (29/1/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul penurunan tajam IHSG yang mencapai 8 persen, hingga menyentuh level 7.654,66.
Langkah trading halt dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasar dan menghindari kepanikan investor di tengah tekanan jual yang masif.
Penurunan signifikan IHSG tersebut menjadi sorotan pelaku pasar dan publik, mengingat dampaknya terhadap kepercayaan investor domestik maupun global.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BEI terkait penunjukan pelaksana tugas Direktur Utama pasca pengunduran diri Iman Rachman.








