News  

Kasus Gagal Ginjal Akut Turun Drastis Usai Peredaran Obat Sirop Dihentikan

Wecare Jatim- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengklaim, kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI) yang ditemukan pada anak mulai menurun usai adanya instruksi tentang penghentian sementara konsumsi obat sirop.

Ia menyebut, beberapa rumah sakit di seperti RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan RSUP Prof Ngoerah (Sanglah), Denpasar, sudah tidak mencatat pasien baru yang mengalami gejala serupa.

Seperti yang dilansir di Kompas.com, Senin (31/10/2022), Budi mengatakan, “Saya juga mau sampaikan adalah begitu kita setop itu peredaran obat siropnya, itu bisa menurunkan secara drastis insiden yang masuk. Jadi (RSUP) Cipto yang biasanya tiap hari masuk sekarang jadi enggak terima lagi. (RSUP), Sanglah yang masuk juga sama enggak terima lagi.”

Budi juga mengungkapkan soal zat kimia berbahaya pada obat sirup menjadi kemungkinan paling besar penyebab serangan gagal ginjal akut pada anak.

“Itu sudah a very high probability. Faktor risk-nya sangat besar sekali dari sana karena kita sudah periksa bayi yang kena, ada senyawa kimia itu. Kita sudah biopsi ginjalnya terbukti juga ada. Dan kita sudah cek obat-obat yang ada di rumah. Jadi risikonya sangat besar,” Ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, kasus gangguan ginjal akut misterius mencapai 269 kasus per tanggal 26 Oktober 2022.

Angkanya meningkat dari laporan sebelumnya, yaitu 245 kasus. Sementara itu, jumlah pasien yang dirawat kini mencapai 73 orang.
Dan sebanyak 157 orang atau 58 persen dari total pasien dinyatakan meninggal dunia dan 39 pasien sembuh.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *