Kinerja Rektorim UTM Selama 2 Periode ini Membanggakan

Wecare Jatim – Kinerja Jajaran Rektorim Universitas Trunojoyo Madura (UTM) selama dua periode menjabat sangat membanggakan. Kampus Negeri yang baru berusia 21 tahun itu, sudah mampu mencapai keberhasilan dan bersaing dengan kampus besar di Jawa Timur, bahkan Indonesia.

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif S.E., M.Si. mengaku, selama mendapatkan amanah menjadi rektor dua periode berhasil membawa banyak perubahan di lingkungan kampus. Sehingga UTM mampu menjadi kampus dengan peminat per tahun meningkat.

Melalui kebijakan yang cemerlang dan keputusan tegas, mengarahkan UTM menjadi perguruan tinggi yang unggul di bidang pendidikan dan riset pada tahun 2014-2018.

UTM juga inovatif, berkualitas, mandiri pada tahun 2018-2022. Pada periode pertama, tantangan besar yang dihadapi, datangnya era revolusi industri 4.0.

Munculnya era tersebut merupakan kebutuhan baru dunia usaha atau industri. Serta sumber daya manusia atau tenaga kerja mumpuni.

Langkah itu, sebagai salah satu terobosan dan keunggulan yang menjadi nilai tawar lebih di kalangan masyarakat.

Tujuannya untuk menciptakan mahasiswa atau masyarakat yang mampu bersaing dalam dunia industri.

Pada periode kedua, tantangan besar yang dihadapi yakni, adanya pandemi Covid-19 yang meaksa seluruh civitas akademika kampus belajar menyesuaikan perubahan pembelajaran dan dialihkan melalui daring.

Kondisi ini cukup mengubah semua rencana dan kegiatan aktivitas kampus. Dan beryukurnya, UTM berhasil menyesuaikan dan menciptakan model pembelajaran baru yang tetap produktif bagi mahasiswa.

Untuk program Merdeka Belajar kampus Merdeka, berupaya untuk memberikan kebebasan belajar terhadap mahasiswa dengan menyediakan berbagai media belajar.

Program tersebut berjalan mulus berkat adanya kerja sama dengan berbagi perusahaan dan lembaga pendidikan.

Selain itu, keberhasilan UTM dalam membangun fokus pada enam sektor potensi pengembangan Madura sudah mulai terlihat. Salah satunya, dengan menciptakan miniatur pembuatan garam, jagung, serta mengembangkan potensi sapi dan jamu Madura. capaian tersebut menjadi kebanggaan ketika mendapat peluang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *