Wecarejatim.com, Surabaya – Situasi di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kembali memanas pada Sabtu malam (30/8/2025).
Melansir beritajatim.com, ribuan massa aksi yang sebelumnya bertahan sejak sore hari melakukan aksi anarkis dengan membakar Press Room Grahadi sekitar pukul 21.58 WIB. Api berkobar hebat hingga membumbungkan asap hitam pekat ke udara.
Sebelumnya, sejak pukul 21.30 WIB, massa sudah merusak pagar Grahadi, melempar batu, dan membakar puing-puing di jalan. Massa berpakaian serba hitam juga terlihat membawa bom molotov yang dilemparkan ke arah kompleks gedung, memicu kebakaran yang melalap sejumlah sepeda motor di sisi timur lokasi.
Kondisi kian mencekam setelah sebagian massa menjarah bangkai motor dan barang-barang tersisa dari kerusuhan sebelumnya. Aksi itu membuat Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Yos Sudarso lumpuh total, dipenuhi kobaran api dan puing berserakan.
Aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi berusaha memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata. Namun hingga berita ini diturunkan, bentrokan masih berlangsung sporadis dan massa belum sepenuhnya bubar.
Selain Grahadi, beberapa pos polisi di sekitar kawasan protokol Surabaya juga turut dibakar. Situasi darurat ini membuat warga sekitar memilih menutup rumah dan tempat usaha, sementara lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.
Kerusuhan di Grahadi ini merupakan bagian dari gelombang aksi yang merebak di sejumlah kota, buntut dari meninggalnya ojek online Affan Kurniawan dalam demonstrasi di Jakarta. Eskalasi massa di Surabaya malam ini menandai salah satu puncak ketegangan terbesar di Jawa Timur.












