Wecare Jatim- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewacanakan pada tahun 2024 mendatang Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja dari mana saja.
Artinya, ASN tersebut tidak harus bekerja dan melayani masyarakat dari kantornya. Hal ini sejalan dengan konsep Surabaya Smart City yang mengedepankan digitalisasi.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, seluruh pelayanan di lingkup Pemkot Surabaya sudah digital. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dari mana saja secara digital menggunakan ponsel.
“Saya juga ingin di Surabaya itu tidak ngantor. Saya pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), ngantor setiap hari di ruangan, kalau ada pimpinannya yang kerja langsung sibuk, pura-pura mengerjakan yang lain. Sekarang sudah tidak musimnya, sudah sekarang (waktunya) kerja dari manapun,” ujar Eri.
Menurutnya, ASN bisa bekerja dari mana saja asal output dan outcome itu terpenuhi. Misalnya, ASN tidak berada di kantor tapi di tengah masyarakat agar lebih dekat dengan warganya. Namun tentunya, ASN tersebut tidak boleh melupakan pekerjaan utamanya.
Ia pun lantas mencontohkan bentuk pelayanan yang bisa dilakukan ASN ketika berada di luar kantor. Misalnya ada warga yang mengalami kesulitan mengurus berkas. Maka warga tersebut bisa mengirimkan datanya kepada ASN melalui WhatsApp untuk dibantu.
Eri menuturkan, wacana ASN bekerja dari mana saja sejalan dengan konsep Surabaya Smart City. Konsep Smart City tersebut, sebenarnya akan diterapkannya pada tahun 2022 sejak menjabat Wali Kota Surabaya pada 2021. Namun rencana tersebut terkendala karena adanya pandemi COVID-19.
Eri menyakini, penerapan konsep bekerja dengan disiplin, hati dan digitalisasi bagi para ASN tersebut, akan lebih mensejahterakan warga Surabaya.
Sumber:IDNtimes.com//Redaksi








