Penyebaran Covid 19 Kembali Meningkat, Khofifah Meminta Masyarakat Segera Vaksin Booster

67 dilihat
IMG 1606
A-AA+A++

Wecare Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tidak lengah terhadap COVID-19. Khususnya saat berwisata atau berkegiatan selama libur Lebaran.

Khofifah berharap masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam menghadapi ancaman COVID-19. Yaitu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti dalam hal penggunaan masker jika sedang merasa sakit atau bergejala serta komorbid.
Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam menghadapi tren penyebaran COVID-19 yang kembali meningkat.

Khofifah mengatakan bahwa ancaman COVID-19 belum benar-benar berakhir. Bahkan terjadi tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Oleh sebab itu kewaspadaan semua pihak utamanya para dokter dan tenaga kesehatan tetap harus siaga.

Berdasarkan Data Nasional Pukul 16.00 WIB yang dirilis tanggal 24 April 2023, ada peningkatan jumlah kasus di Jatim sejak 12 April 2023. Di mana penambahan kasus harian sebelumnya hanya 30-50 per hari, menjadi lebih dari 100 kasus per hari. Terakhir tanggal 24 April 2023 penambahan kasus COVID-19 sebanyak 119 kasus.

Dilihat dari asesmen situasi pandemi COVID-19 di Indonesia per 24 April 2023, positivity rate di Jatim mencapai 10.32%. Mulai agak naik dari di atas ambang batas yang ditentukan WHO 5%.

Meskipun demikian, rumah sakit masih relatif terkendali karena tingkat keterisian rumah sakit atau BOR masih berada di ambang memadai yaitu 6,29%, dari tanggal 30 Maret hingga 19 April 2023.

“Tentu kami semua tidak ingin keadaan kembali memburuk. Karena semua usaha telah kita lakukan bersama untuk bangkit dari COVID-19,” katanya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data nasional per 24 April 2023 menunjukkan kasus COVID-19 di Jawa Timur kembali mengalami peningkatan. Terjadi penambahan 119 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari 697 kasus aktif sehingga kasus kumulatif COVID-19 di Jatim mencapai 641.307.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan positivity rate, atau proporsi yang terkonfirmasi positif dari yang menjalani tes COVID-19 di Jawa Timur mencapai 10.32%, lebih tinggi di atas standar WHO sebesar 5%. Angka ini masih di bawah positivity rate nasional yang mencapai 10,69%.

Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19. Baik dosis pertama hingga booster kedua.

“Saat ini penyebaran COVID mulai agak meningkat, namun kita tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. Dan untuk itu saya mengingatkan kembali pentingnya vaksinasi, baik vaksinasi pertama dan kedua, maupun booster yang pertama dan kedua,” tegasnya.

Berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN, per tanggal 24 April 2023, jumlah dosis vaksinasi pertama di Jatim mencapai 30.242.166 orang. Dosis vaksinasi kedua di Jatim mencapai 26.398.014 orang.

Sementara dosis vaksinasi ketiga di Jatim mencapai 9.379.357 orang dan dosis vaksinasi keempat di Jatim mencapai 690.424 orang.

Sumber:Detik.com//Redaksi