Wecarejatim.com, Sampang – Pengukuhan Moch Wijdan sebagai Ketua Koordinator Wilayah Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Madura Raya pada 26 November 2025 menjadi momentum penting bagi konsolidasi para kepala desa di empat kabupaten Madura.
Acara yang dihadiri ratusan kepala desa ini berlangsung hangat sejak pagi, dengan kehadiran Ketua Pembina PKDI Nasional Gus Yusuf dan Ketua PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi.
Suasana khidmat terlihat ketika Wijdan menerima bendera pataka PKDI bergambar Garuda sebagai simbol amanah dan kepemimpinan baru. Tepuk tangan panjang mengiringi penyerahan pataka tersebut, menunjukkan kepercayaan besar para kepala desa kepada figur muda asal Desa Ketapang Daya itu.
Dalam sambutannya, Wijdan menekankan bahwa titik terpenting perjuangan kepala desa bukan hanya pada regulasi atau anggaran, tetapi pada kekuatan kebersamaan.
“Saya meminta semua kepala desa di Madura Raya untuk terus bergandengan tangan. Kita harus kompak, karena tanpa kekompakan, perjuangan kita tidak akan kuat,” tegasnya, disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Ia kemudian memaparkan hasil temuannya selama berkeliling ke seluruh kabupaten di Madura. Hampir seluruh kepala desa, katanya, memiliki dua keluhan besar yang selama ini jarang diangkat secara terbuka. Keluhan pertama adalah minimnya pendampingan hukum.
“Masih banyak kepala desa yang tersandung persoalan administratif maupun teknis, tetapi tidak tahu harus meminta bantuan ke mana. PKDI harus hadir sebagai pembela dan pendamping,” ujarnya.
Keluhan kedua menyangkut keterbatasan sumber anggaran desa yang selama ini sangat bergantung pada Dana Desa.
“Kepala desa membutuhkan sumber anggaran lain selain Dana Desa. Pemerintah perlu memikirkan skema baru agar desa tidak stagnan,” tegasnya lagi.
Wijdan juga menyoroti kondisi unik di Kabupaten Sampang, yang menurutnya mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan desa. Dari total 180 desa, hanya 37 dipimpin kepala desa definitif, sementara 143 lainnya masih dijabat oleh penjabat (PJ).
“Ini persoalan serius yang harus segera ditangani. Kami berharap Ketua PKDI Jawa Timur ikut menyuarakan agar Pilkades di Sampang segera digelar pada tahun 2026. Jangan sampai desa terus dipimpin PJ, karena esensi desa ada pada kepala desa hasil pilihan rakyat,” katanya.
Seruan-seruan tersebut membuat suasana pelantikan terasa berbeda: bukan hanya seremoni organisasi, tetapi ruang penyampaian keresahan kolektif para kepala desa. Banyak peserta mengangguk dan memberi tepuk tangan panjang ketika Wijdan mengatakan bahwa banyak kepala desa yang masih sibuk dengan urusannya sendiri.
“Kita tidak boleh berjalan sendirian. Kita harus saling menopang, saling menguatkan,” ujar Wijdan, menutup sambutannya.
Acara pengukuhan kemudian ditutup dengan doa bersama, namun harapan yang mengemuka dari para kepala desa jauh melampaui prosesi simbolis tersebut. Dengan dikukuhkannya Moch Wijdan, mereka meyakini PKDI Madura Raya kini memasuki babak baru: menjadi kekuatan yang mampu mengubah keluhan menjadi perjuangan, dan kegelisahan menjadi gerakan bersama demi masa depan desa yang lebih kuat.











