PJ Bupati Bangkalan Paparkan Capaian Kinerja Triwulan III di Kemendagri, Berikut Capaian Kerjanya

140 dilihat
WhatsApp Image 2024 07 03 at 18.04.43
Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie, saat memaparkan capaian kinerja Triwulan III di Jakarta, Rabu, (03/07/2024)
A-AA+A++

Wecarejatim.com, Bangkalan – (Pj) Bupati Bangkalan Arief M Edie beserta segenap Perangkat Daerah memberikan paparan terakait capaian kinerja Triwulan III. Paparan disampaikan Pj Bupati Bangkalan secara langsung kepada Tim Evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri di Gedung Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Rabu, (03/07/2024). 

Seperti diketahui evaluasi kinerja yang dilaksanakan oleh Kemendagri kepada Penjabat Kepala Daerah merupakan penilaian dan evaluasi atas pelaksanaan dan capaian kinerja yang telah dilaksanakan oleh Penjabat Kepala Daerah. 

Penilaian yang dilakukan mencakup beberapa aspek yakni pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang sesuai dengan 10 program prioritas seperti stunting, kesehatan, pendidikan dan pembangunan prioritas lainnya. 

Berikut rincian capaian kinerja Pemkab Bangkalan:

Inflasi

Berdasarkan data Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangkalan, Juni 2024, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Triwulan III (April-Juni) berada di titik cukup stabil dan terkendali, meskipun pada dua triwulan sebelumnya sempat mengalami fluktuasi. Kestabilan tersebut dicapai lantaran Pemkab Bangkalan sudah memprogramkan gerakan pangan murah, bantuan pangan, gerakan tanam cabai dan tomat, serta pelatihan menanam.

Selain itu Pemkab Bangkalan juga intens mengggelar sidak harga bahan pokok di sejumlah pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Idul Adha pada awal Juni 2024 lalu, bahkan Pemkab Bangkalan juga memantau harga ternak (sapi dan kambing), pemeriksaan hewan ternak di 18 Kecamatan, serta pengendalian lalu lintas hewan ternak.

Stunting

Pada bidang stunting, Pemkab Bangkalan juga telah berhasil menurunkan angka stunting. Mengacu pada data dari Dinkes Bangkalan, prevalensi stunting pad akhir juni  2024, tercatat sebesar 2,70 dengan jumlah penderita stunting sebesar 1.134. angka tersebut sudah turun dari bulan mei yang mencatatkan kasus stunting sebesar 1.226.

Namun demikian, pada akhir tahun 2023 lalu, prevalensi stunting mengalami penurunan cukup signifikan menjadi 10,2 persen. Sedang pada tahun 2021 lalu sebesar 38,9 persen, dan tahun 2022 lalu sebesar 26,2 persen.

Adapun program-program yang sudah dilakukan untuk menurunkan angka stunting pada April-Juni terbagi kedalam dua langkah. Pertama Intervensi Sensitif dengan pemberian KIE pada Ibu dan Balita di Posyandu di Kecamatan Kamal (2 Mei 2024),  Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita di Kecamatan Sepulu (6 Mei 2024) serta beberapa program lainnya.

Untuk intervensi spesifik, Pemkab Bangkalan melalui Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Galis, sosialisasi dan demo masak dalam Persiapan pemberian PMT di Puskesmas Socah dan beberapa program lainnya.

Untuk menekan angka stunting, Pemkab Bangkalan juga sudah merencanakan 12 program yang akan berlangsung pada Juli-September 2024, diantaranya, aksi konvergensi stunting ke 5 dan 6, diseminasi audit kasus stunting 1, sekolah hebat orang tua, tim pendamping keluarga (TPK), mini lokakarya tingkat kecamatan, sanitarian kit, penyuluhan, pemberian makanan tambahan, konseling, monev PMT, aksi bergizi dan pemeriksaan SHT.

Kemiskinan Ekstrem

Selama 3 tahun terakhir, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bangkalan terus menurun. Bahkan pada tahun 2023 angka kemiskinan di Kabupaten Bangkalan sebesar 2,89 persen atau turun 0,92% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ada tiga langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bangkalan untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem, meliputi menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.

Untuk program menurunkan beban pengeluaran, Pemkab bangkalan sudah memberikan perlindungan dan jaminan sosial, penanganan bencana, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, pemenuhan upaya kesehatan Perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, pengelolaan pendidikan, pemenuhan hak anak, pendaftaran penduduk, pengelolaan informasi administrasi Kependudukan, penyediaan makanan, pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat,  pengembangan kapasitas pembudidaya Ikan Kecil.

Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, Pemkab Bangkalan sudah memnbuat 8 program yang  melekat pada 7 perangkat daerah, meliputi, pemberdayaan lembaga kemasyarakatan, lembaga adat dan masyarakat hukum adat, pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, pengelolaan perikanan tangkap, pemberdayaan UMKM, pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, pengelolaan perikanan tangkap, pengelolaan perikanan budidaya, pemberdayaan usaha UMKM. Program ini digelar di pada 18 sub kegiatan, meliputi, proses pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi, pengembangan kapasitas pembudidaya ikan kecil, pemanfaatan SDG Hewan/Tanaman.

Untuk meminimalkan wilayah kantong kemiskinan, Pemkab Bangkalan juga membuat program yang melekat pada 7 opd diantaranya, pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan jalan, dan Penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian, serta beberapa program lainnya.

Selain itu, Pemkab Bangkalan juga gencar untuk meningkatkan investasi agar meminimalisir angka kemiskinan, seperti, peningkatan kawasan strategis ekonomi, sosial budaya, dan peruntukan industri. Adapun programnya seperti, perbaikan jalan lintas selatan – Modung – Sreseh, jalan tol menuju pelabuhan Tanjung Bulu Pandan, reaktivasi rel kereta api Kamal – Sumenep serta beberapa rencana lainnya, termasuk pula program sentra Batik Tulis Tanjung Bumi.

Adapun program yang telah terlaksana selama bulan April-Juni 2024 seperti, Bantuan Sosial Tunai Jaring Pengaman Sosial, Penyaluran Bansos bagi Penyandang Disabilitas, Penyaluran Bansos bagi Anak Terlantar, Penyaluran Bansos bagi Lanjut Usia, Penyaluran Bansos Tunai Fakir Miskin, Bantuan Sosial Balai Sentra Terpadu, Launching Aplikasi “Sidaya Sehati” , dan Bantuan Sosial Lembaga Kesejahteraan Sosial.

Untuk terus konsisten menurunkan angka kemiskina ekstrem, Pemkab Bangkalan juga sudah merencanakan beberapa program pada Juli-September 2024 meliputi, bantuan sosial disabilitas,  bantuan sosial anak terlantar, bantuan sosial lanjut usia, dan penyaluran BLT-DBHCHT.

Pengangguran

Akhir tahun 2023 lalu, angka pengangguran di Kabupaten Bangkalan tercatat sebesar 37.637. Namun data terakhir menyebut bila angka pengangguran pada akhir Juni 2024 sudah berada di angka 34..131 atau turun sekitar 3 ribu lebih.

Penurun tersebut sebagai bentuk bukti capaian kinerja Pemkab Bangkalan melalui beberapa program pelatihan dan bantuan modal usaha pada pelaku IKM.

Pada triwulan III (April-Juni) 2024, Pemkab Bangkalan membuat beberapa program yang sudah berperan ampuh dalam menurunkan angka pengangguran, seperti Pelatihan berbasis kompetensi, pelayanan antar kerja, serta bantuan modal usaha.

Pada bulan Juli-September, Pemkab Bangkalan juga telah merencanakan beberapa program seperti Pelatihan, Job Fair, dan Bantuan Modal Usaha.

Kegiatan Unggulan

Pemkab Bangkalan juga memiliki 10 kegiatan unggulan yang sudah terlaksana pada Triwulan ke III (April-Juni) 2024. 10 kegiatan unggulan itu meliputi

  1. Bantuan Nasional Peningkatan Indeks Pertanaman berupa (Bantuan alsintan dan penambahan areal tanam padi, melaksanakan masa tanam ketiga dengan target penambahan areal 2.200 Ha) program ini terlaksana dengan adanya kepastian ketersediaan pupuk serta penyelesaian peta petak lahan sawah.
  2. Rodshow Bus KPK sebagai program membudayaan anti korupsi di Lingkungan Pemkab Bangkalan, dimana Pemkab Bangkalan melibatkan KPK saat solialisasi.
  3. Sub PIN Polio 1 dan 2 sebagai upaya Pemkab Bangkalan bebas polio
  4. Vaksinasi Booster Covid
  5. Operasi bibir sumbing yang menyasar 16 orang.
  6. Budidaya Rumput Laut
  7. Bangkalan Expo, Satu Sekolah Satu Inovasi
  8. Unit Transfusi Darah dan Pneumatic Tube
  9. Pembangunan Gedung Stroke Centre & Hemodialisa 5 Lantai yang berlokasi di RSUD Syamrabu Bangkalan.
  10. Penyederhanaan STOK dengan memerger 7 OPD menjadi 4 OPD

BUMD

Pemkab Bangkalan memberikan dana penyertaan modal pada 5 BUMD meliputi

  1. Perumda BPR Bangkalan, dengan Penyertaan Modal Pemkab (Juni 2024) 100% = 7.535.000.000, Target Bagian Laba/Dividen 2023 = 333.982.382, Realisasi 2023 = 333.982.382, Target Bagian Laba/Dividen 2024 = 400.000.000, dan Realisasi 2024 (s/d Juni 2024) = 333.594.053
  2. PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, dengan Total Penyertaan Modal Pemkab (Juni 2024) 100% = 28.512.609.673,- Target Bagian Laba/Dividen 2023 = 750.000.000, Realisasi 2023 = 750.000.000, Target Bagian Laba/Dividen 2024 = 1.000.000.000, Realisasi 2024 (s/d Juni 2024) = 600.000.000
  3. PT Sumber Daya Kabupaten Bangkalan, dengan Total Penyertaan Modal Pemkab (Juni 2024)100% = 19.969.612.720,11, Target Bagian Laba/Dividen 2023 = 0, Realisasi 2023 = 0, Target Bagian Laba/Dividen 2024 = 1.000.000.000, Realisasi 2024 (s/d Juni 2024) = 1.351.936.516,88
  4. Bank Jatim Cabang Bangkalan dan
  5. Bank Perkredita Rakyat (BPR) Jatim yang juga sama sama diberikan penyertaan modal

Adapun langkah Pemkab Bangkalan untuk memajukan BUMD meliputi: Pemanfaat sektor hulu migas, Uji Coba 7 Unit Trans Bangkalan, Rapat kordinasi anggota JBNM, Evaluasi Kinerja, pelatihan character building, workshop jaminan perkreditan, dan pelatihan SDM.

Layanan Publik

Untuk layanan publik pada April-Juni (Triwulan III) Pemkab Bangkalan sudah mengupayakan layanan publik yang cepat transparan dan adil, meliputi

  1. Pembinaan kepada Unit Lokus Evaluasi (ULE) yang akan menjadi Lokus Penilaian dengan Tim Pendampingan dan Pembinaan dari Ombudsman Perwakilan Jawa Timur, sebagai tindak lanjut Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik oleh Ombudsman RI (30 April 2024)
  2. Memaksimalkan Standar Pelayanan dengan: (Membuat Surat Edaran Permintaan Standar Pelayanan Nomor 00.0.3.4/1676/433.032/2024, untuk Menyusun, Menetapkan, Menerapkan, Mempublikasikan serta Meninjau Ulang Standar Pelayanan, pada 3 Mei 2024, Menginventarisir Standar Pelayanan dan melaporkan kepada Kementerian PAN dan RB)
  3. Penjadawalan Pelaksanaan PEKPPP di Kabupaten Bangkalan (8 Mei 2024)
  4. Sosialisasi Pelaksanaan PEKPPP kepada ULE (13 Mei 2024)

Kesehatan

Untuk bidang kesehatan pada Triwulan III (April-) dengan adanya penambahan 4 Dokter Spesialis untuk Peningkatan Pelayanan di Bangkalan, yaitu, Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, Dokter Spesialis Saraf,  dan Dokter Spesialis Patologi Anatomi.

Dengan penambahan itu maka saat ini Pemkab Bangkalan sudah memiliki 61 orang Dokter Spesialis di RSUD Syamrabu, dan 10 orang Dokter Spesialis di 6 Rumah Sakit Swasta.

Adapun penambahan sarana dan prasarana kesehatan meliputi : Pembelian Plasma Sterilizer,  Pembelian Layar Monitor 6P+ECG, Pembangunan Gedung Stroke Center & Hemodialisa 5 Lantai.

Adapaun upaya yang akan dilakukan Bulan Juli-September 2024 untuk Fasilitasi Dokter Spesialis: Uraian Menjamin Tepat Waktu: Gaji, Tambahan Penghasilan, dan Jasa Pelayanan Pengadaan Alat Kedokteran, Pemeliharaan dan Pembelian Sparepart, Kalibrasi Dukungan Pengembangan Pendidikan Berkesinambungan Pembelian Alat Kedokteran dan Alat Kesehatan dari BLUD atas Partisipasi Kinerja Dokter Spesialis.

Penyerapan Anggaran

Serapan anggaran Pemkab Bangkalan per 27 Juni 2024 terealisai sebesar 49,02 persen atau Rp 1.153.232.223.639 dari target Rp, 2.561.667.712.054.

Optimalisasi capaian realisasi anggaran sebagian besar dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Kegiatan terutama fisik konstruksi skala besar masih dalam proses.
  2. Penyaluran kegiatan DAK non fisik dari Pemerintah Pusat yang tidak melalui Kas Daerah seperti BOS, BOP PAUD dan BOK pada Puskesmas dilakukan secara semesteran
  3. Adanya Perubahan Petunjuk Teknis DAK fisik sebagaimana diatur oleh Perpres Nomor 57 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik

Capaian realiasi serapan anggaran itu tak terlepas dari langkah Pemkab Bangkalan seperti : melaksanakan rapat evaluasi realisasi pendapatan dan belanja daerah dengan Perangkat Daerah setiap awal bulan, dan memastikan target pendapatan dan kinerja belanja sesuai dengan APBD Tahun 2024.

Perizinan

Di bidang perizinan, Pemkab Bangkalan telah mengupayakan penerbitan Nomor Induk Berusaha melalui Dashboard OSS (Online Single Submission) Kabupaten Bangkalan dengan total 10.317 NIB, dengan rincian 10.294 UMK, 23 NON UMK.

Pada Periode April-Juni ada sebanyak 1.574 NIB yang terbit, dan perizininan non OSS sebesar 366.

Untuk program pada periode Juli-September mendatang, Pemkab Bangkalan akan mengupayakan

  1. MPP Digital (Proses Pembentukan Mall Pelayanan Publik (MPP) Bangkalan Digital Setelah Registrasi pada Bulan Mei 2024)
  2. Jempol Boss Penambahan Objek Layanan Jemput Bola Bangkalan OSS ke Tingkat Desa untuk Meningkatkan Jumlah Pelaku Usaha yang Memiliki NIB
  3. Pendampingan LKPM Pendampingan Kepada Pelaku Usaha terkait Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) untuk meningkatkan Realisasi Investasi

Pos Terkait

Pos Terkait