Wecarejatim.com, Jember – Perjuangan panjang warga Rambipuji hingga Puger untuk mendapatkan perbaikan jalan akhirnya membuahkan hasil.
Setelah berbagai aksi protes dan pertemuan dengan pihak terkait, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jatim mulai melakukan pengukuran jalan yang akan dibeton pada Senin, 3 Februari 2025. Ini menjadi tanda awal dimulainya perbaikan yang telah lama dinantikan.
Petugas DPU Bina Marga Jatim bersama PT Semen Imasco Asiatic dan warga setempat melakukan pengukuran sepanjang 2,5 kilometer. Dari total jalan yang bakal dibeton, dua kilometer akan dikerjakan oleh Pemprov Jatim, mulai dari depan Bulog Jambearum hingga Masjid Ar Rahman, Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger. Sementara, 500 meter sisanya akan ditangani oleh PT Semen Imasco Asiatic menggunakan dana perusahaan.
Perbaikan dimulai dari depan Bulog Jambearum, sedangkan pertigaan Kasiyan Timur hingga jalan menuju PT Semen Imasco Asiatic masih dalam tahap pengukuran. Pelaksanaan pengecoran masih menunggu hasil lelang yang diperkirakan rampung akhir bulan ini. Dengan demikian, pengerjaan dapat segera dimulai setelahnya.
Kerusakan jalan dari Rambipuji hingga Puger selama ini menjadi keluhan utama warga. Mereka bahkan melakukan aksi demonstrasi hingga blokade jalan untuk menuntut perbaikan. Puncaknya terjadi pada 13 Januari lalu, ketika perwakilan warga bertemu dengan Pemprov Jatim, Pemkab Jember, DPRD Jember dan Jatim, serta pengusaha di Puger.
Dalam pertemuan tersebut, delapan poin kesepakatan dicapai, termasuk keputusan untuk membeton jalan dengan dukungan dana dari Pemprov Jatim dan PT Semen Imasco Asiatic. Selain itu, disepakati pula pembatasan muatan kendaraan yang boleh melintas, maksimal 15 ton.
Staf UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) DPU Bina Marga Jember, Erlangga, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap lelang untuk pengerjaan jalan di Kasiyan – Puger. “Saat ini prosesnya masih tahap lelang,” katanya. Ia menambahkan bahwa pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp 30 miliar.
Sementara itu, perwakilan PT Semen Imasco Asiatic, Ain Sugianto, mengonfirmasi bahwa pengerjaan jalan beton sepanjang 500 meter dari dana perusahaan akan dimulai lebih dulu, tanpa perlu menunggu proses lelang. “Untuk anggaran kami, itu ditentukan kantor pusat. Hari ini kami hanya melakukan pengukuran,” ujarnya.
Meskipun perbaikan jalan telah disepakati, isu mengenai truk bermuatan berat tetap menjadi perdebatan. Saat pengukuran berlangsung, sekelompok warga, terutama ibu-ibu, membentangkan banner sindiran yang menegaskan bahwa jalan Rambipuji – Puger hanya boleh dilintasi kendaraan dengan muatan maksimal delapan ton, sesuai aturan kelas III.
Nurul Laili, warga Desa Kasiyan Timur, menegaskan bahwa meskipun jalan telah diperbaiki, truk bermuatan besar tidak boleh melintas sembarangan tanpa kesepakatan lebih lanjut dengan warga. “Kalau untuk trailer tetap tidak bisa masuk,” tegasnya.
Dinas PU Bina Marga Jatim pun memberikan penjelasan kepada warga terkait tahapan perbaikan dan mekanisme pelaksanaannya. Jika tidak ada kendala dalam proses lelang, pengecoran jalan akan dimulai pada akhir bulan ini. Warga pun berharap perbaikan ini benar-benar terealisasi dan membawa perubahan signifikan bagi akses transportasi di daerah mereka.
Sumber: SuaraIndonesia.co.id/Mid







