Wecarejatim.com, Pamekasan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan menggelar tes urine mendadak terhadap puluhan pegawai dan warga binaan sebagai langkah pencegahan peredaran narkoba di lingkungan lapas. Hasilnya, seluruh peserta tes dinyatakan negatif narkoba.
Sedikitnya 62 orang menjalani tes urine, terdiri dari 50 pegawai lapas, 12 regu pengamanan, serta sejumlah narapidana yang dipilih secara acak. Tes dilakukan secara mendadak untuk menjaga objektivitas dan kesterilan hasil pemeriksaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, mengatakan tes urine tersebut dilaksanakan berdasarkan perintah pimpinan yang diterimanya saat mengikuti zoom meeting nasional pada Rabu (7/1/2026).“Tes urine ini dilakukan secara mendadak setelah kami mendapatkan perintah dari atasan, dan langsung kami tindak lanjuti,” ujar Syukron.
Ia menegaskan, seluruh hasil tes urine, baik pegawai maupun narapidana, menunjukkan hasil negatif narkoba maupun zat terlarang lainnya.
“Alhamdulillah hasilnya semua negatif. Tes ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran narkoba di dalam lapas,” jelasnya.
Syukron menjelaskan, tes terhadap warga binaan dilakukan secara random karena keterbatasan alat pemeriksaan. Meski demikian, proses pengambilan sampel dilakukan dengan pengawasan ketat tanpa rekayasa.
“Pengambilan sampel dijaga ketat di kamar mandi. Tidak ada rekayasa, semua dilakukan secara murni dan rahasia,” tegasnya.
Pihak Lapas Pamekasan juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap bentuk pelanggaran, khususnya jika ditemukan keterlibatan pegawai dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Kami sudah berulang kali memberikan peringatan keras. Jika terbukti, kami tidak akan ragu memberikan sanksi tegas,” pungkas Syukron.
Tes urine mendadak ini menjadi bagian dari upaya Lapas Pamekasan dalam menjaga integritas institusi serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.








