Wecare Jatim- Poliomielitis atau polio adalah penyakit yang berpotensi menyebabkan kehilangan nyawa.
Penyakit yang disebabkan oleh poliovirus ini, sebelumnya ramai diberitakan muncul kembali di Aceh, setelah kasus terakhir sejak tahun 2006.
Melansir dari Healthline, Polio adalah jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total. Hingga saat ini, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan polio.
Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mendukung fungsi tubuh untuk mengatasi gejala dan mengurangi risiko masalah jangka panjang atau berkelanjutan.
Jika seseorang pernah terinfeksi polio saat kecil dan kemudian pulih, tubuhnya masih mungkin mengembangkan komplikasi yang disebut Sindrom Paska Polio atau Post-Polio Syndrome (PPS).
Salah satu efek paling signifikan dari PPS adalah pengecilan otot permanen, yang dapat memengaruhi mobilitas tubuh.
PPS biasanya muncul jauh setelah seseorang pulih dari infeksi polio, seringkali terjadi pada rentang waktu beberapa dekade kemudian. PPS mempengaruhi sekitar seperempat hingga hampir setengah dari semua orang yang pulih dari polio.
Jika Anda atau orang yang Anda cintai pernah mengalami infeksi polio, penting untuk berbicara dengan dokter tentang kemungkinan PPS ini. Pelajari lebih lanjut tentang kemungkinan gejala komplikasi terkait polio ini, dan bagaimana dokter mendiagnosis dan mengobatinya.
Penyebab pasti PPS tidak diketahui. Para ahli berpikir PPS dapat berkembang sebagai efek dari stres pada neuron motorik, yang didapat dari infeksi polio sebelumnya.
Meskipun seseorang mungkin pulih dari infeksi polio awal, ia mungkin masih mengalami penurunan bertahap dari neuron-neuron ini.
Pada awalnya, seseorang yang terjangkit PPS mungkin tidak memiliki gejala degenerasi saraf pasca polio, karena prosesnya lambat. Hal ini juga menjelaskan mengapa kelemahan otot dan gejala PPS lainnya berkembang jauh hari setelah infeksi awal.
Gejala PPS dapat dimulai 15 hingga 40 tahun setelah seseorang pulih dari infeksi virus polio awal. Gejala yang mungkin terjadi antara lain:
– kelelahan yang tidak dapat dijelaskan
– kelemahan otot yang berangsur-angsur memburuk
– penurunan ukuran otot secara bertahap
– penurunan daya tahan tubuh selama aktivitas sehari-hari
– nyeri sendi
– kelengkungan tulang belakang (skoliosis)
– gangguan tidur
Beberapa orang yang terjangkit PPS mungkin hanya mengalami gejala ringan. Sementara yang lainnya mungkin mengalami masalah yang lebih parah dengan hilangnya massa dan fungsi otot.
Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala seperti kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, nyeri sendi, atau kelemahan otot.
Saat ini, tidak ada pengobatan yang diketahui untuk PPS. Kerusakan pada neuron yang terkena virus ini tidak dapat diubah.
Tetapi ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu mengontrol gejala PPS. Langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan mobilitas dan kemampuan penderita secara keseluruhan untuk melakukan tugas sehari-hari.
Misalnya, penderita dapat menggunakan alat bantu mobilitas, seperti perangkat ortotik. Alat jangkauan mekanis dapat membantu membuat rutinitas harian lebih mudah dan tidak melelahkan.
Meskipun tidak ada obat yang secara khusus untuk menyembuhkan PPS, dokter dapat merekomendasikan obat antiinflamasi yang dijual bebas atau diresepkan. Hal ini dapat membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada otot, persendian, dan tulang belakang penderita.
(Redaksi)







