Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Pasangan Prewedding Bromo Lapor Balik Hingga Kritik Pedas Petugas TNBTS

×

Kuasa Hukum Pasangan Prewedding Bromo Lapor Balik Hingga Kritik Pedas Petugas TNBTS

Sebarkan artikel ini
IMG 4787

Wecarejatim.com- Kuasa hukum calon pengantin penyulut flare di kawasan Gunung Bromo tak hanya bakal melaporkan balik petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pihaknya juga melontarkan kritik tajam terkait pelayanan petugas pengelola taman nasional tersebut.

Mustaji, salah satu kuasa hukum rombongan pasangan prewedding ini mengatakan, berdasarkan keterangan klien dan beberapa bukti yang diterimanya, selama ini pelayanan di TNBTS dinilai sangat lemah. Mulai dari pengawasan ke wisatawan hingga pemberian papan informasi di lokasi TNBTS.

Dia juga menyoroti tidak adanya kontrol dan sarana khusus jika terjadi kejadian yang tak diinginkan, seperti misalnya kebakaran.

“Jadi pelayanan TNBTS itu betul-betul kurang sekali. Khususnya tentang sarana dan prasarana yang disediakan. Terus tentang sarana komunikasi, kalau ada apa-apa juga nggak ada,” ujar Mustaji

Menurutnya ketika wisatawan memasuki area taman nasional, petugas hanya mengecek tiket saja. Tetapi tidak pernah kontrol dan mengawasi barang bawaan pengunjung.

“Tidak pernah dikontrol-dikontrol, tidak pernah dicek ricek barang bawaannya apa saja. Kalau dicek bawa apa saja, kalau sekiranya barang-barang tidak boleh kan pasti dilarang. Wisatawan juga patuh di sana,” katanya.

Mustaji menambahkan, seharusnya sesuai standar ada nomor kesiapsiagaan darurat pertama yang dapat dihubungi. Supaya bila terjadi kebakaran lagi bisa diantisipasi secara cepat tanpa harus menyebar ke mana-mana. Apalagi kebakaran di Gunung Bromo juga bukan kali pertama, bahkan nyaris tiap tahun. Sebelumnya juga pernah terjadi pada Agustus lalu.

“Ketika tidak diberikan pelayanan yang maksimal sesuai dengan standar pelayanan wisata, itu jelas kalau terjadi apa-apa ya ini akhirnya. Suatu contoh itu tadi, sarana prasarana tidak ada sama sekali. Sehingga ketika terjadi suatu contoh terjadi kebakaran, kita mau menghubungi siapa? Itu nggak ada,” ucapnya.

Bahkan klaimnya dari informasi para kepala desa sekitar Gunung Bromo yang ditemuinya, papan pengumuman larangan merokok, menyalakan flare dan lain sebagainya itu juga baru terpasang usai kejadian yang menimpa kliennya.

Sumber:Inewsjatimcom//Redaksi