Wecarejatim.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Wisata Gunung Bromo gegara flare dari pasangan prewedding membuat pengelola dan beberapa pelaku wisata mengalami kerugian miliaran rupiah. Kerugian ini baru dihitung sejak kebakaran yang membuat kawasan Gunung Bromo ditutup sejak 6 hingga 10 September 2023.
“Kita hitung luasnya per 10 September sekitar 504 hektare, dampak juga sudah hitung estimasi sekitar Rp5,4 miliar,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Hendro Widjanarko.
Jumlah kerugian itu disebut Hendro mencakup proses pemadaman manual dari darat, kerugian hilangnya habitat flora fauna, perkiraan biaya untuk pemulihan ekosistem dan kerugian para pelaku wisata.
“Itu dari kita pendekatan biaya pemadaman, kemudian nanti kerugian kehilangan habitat satwa dengan pendekatan biaya pemulihan ekosistem. Kemudian juga akibat hilangnya jasa rekreasi,” katanya.
Menurutnya, hilangnya wisatawan selama sepekan lebih memengaruhi perputaran ekonomi bagi pelaku wisata mulai dari komunitas jeep, warung tutup, penginapan hotel homestay yang terdampak hingga pelaku penyewaan kuda.
Dia mengungkapkan, estimasi perhitungan kerugian itu di luar biaya beban pemadaman api melalui jalur udara melalui helikopter yang dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu ada beberapa kerusakan pipa-pipa air milik warga yang menyebabkan adanya krisis air bersih di warga sekitar Gunung Bromo.
Sumber:Inewsjatimcom//Redaksi












