Mengungkap Makna Tradisi Tajin Sorah di Madura

115 dilihat
images17
A-AA+A++

Wecarejatim.com, Madura – Bubur Suro atau Tajin Sorah bagi masyarakat jawa, menjadi salah satu sajian khas di Madura dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H.

Tajin sorah bagi masyarakat Madura adalah hal tak terpisahkan, khususnya saat menyambut tahun baru islam.

Salah satu warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Syukur mengatakan, para masyarakat di Madura serta Jawa mempunyai tradisi membuat Tajin Sorah untuk kemudian dibagikan ke tetangga sekitar rumah. Tradisi sebagai salah satu wujud syukur dalam menyambut tahun baru.

“Orang jawa kan menyebutnya suro kalau orang madura itu Sorah. Jadi buburnya disebut Tajin Sorah,” katanya.

Selain itu, menurutnya, Tajin Sorah ini juga untuk memperingati hari dimana Nabi Nuh selamat setelah 40 hari mengarungi banjir besar yang melanda dunia saat itu.

“Jika dulu selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal mistik, namun di dalam Islam dikaitkan mengenai kisah Nabi Nuh yang selamat dari banjir selama 40 hari, sehingga kita turut meneladani dan mensyukuri,” imbuhnya.

Untuk Tajin Sorah biasanya  ada 7 sampai 9 komponen. Namun ada juga yang memilih 7 dengan komponen antara lain bubur, ayam suwir, kering tempe kentang, kacang-kacangan, ikan asin dan telur.

“Tradisi ini sudah lama berjalan di Madura, termasuk juga di Pulau Jawa,” pungkasnya (Ris)

Pos Terkait

Pos Terkait