Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026, Gus Ipul Tinjau Kesiapan di Bangkalan

8 dilihat
Screenshot 2026 06 22 17 51 25 44 1c337646f29875672b5a61192b9010f9
A-AA+A++

BANGKALAN, WECAREJATIM.COM – Menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kabupaten Bangkalan, Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) Nahdlatul Ulama 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melakukan peninjauan langsung ke lokasi penutupan Munas-Konbes NU di STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Senin (22/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, RKH Muhammad Nasih Aschal, serta KH Imam Bukhori Kholil. Ketiganya meninjau sejumlah fasilitas dan kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan penutupan Munas-Konbes NU 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Pasalnya, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir secara langsung pada acara penutupan yang akan digelar Selasa (23/6/2026).

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pengecekan tersebut, mulai dari kesiapan lokasi utama acara, jalur kedatangan tamu VVIP, pengamanan, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan yang akan hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal dan detail agar pelaksanaan penutupan Munas-Konbes NU berlangsung tertib, khidmat, aman, serta memberikan manfaat bagi seluruh warga Nahdliyin.

STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dipilih sebagai lokasi penutupan karena memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi Nahdlatul Ulama. Bangkalan merupakan tempat perjuangan dan tanah kelahiran Syaikhona Muhammad Kholil, ulama kharismatik yang dikenal sebagai guru para pendiri NU.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda penutupan Munas-Konbes NU 2026 menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dan masyarakat Madura. Selain menunjukkan kedekatan pemerintah dengan kalangan pesantren, kehadiran kepala negara juga menjadi simbol dukungan terhadap peran NU dalam menjaga persatuan bangsa.

Pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Madura terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan sukses.

Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 sendiri merupakan forum strategis yang membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan, sekaligus menjadi bagian dari tahapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mendatang.Red

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan