BANGKALAN, WECAREJATIM.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan sejumlah pesan penting saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Madura.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti persoalan pengelolaan kekayaan negara, komitmen pemerintah memperbaiki tata kelola ekonomi, hingga peran strategis NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
1. Terkejut Melihat Potensi Kekayaan Negara yang Hilang
Prabowo mengaku selama kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, dirinya banyak menemukan fakta terkait besarnya potensi kekayaan dan sumber daya alam Indonesia yang belum dikelola secara optimal.
Ia mengaku merasa terkejut sekaligus prihatin melihat masih adanya kebocoran yang menyebabkan kekayaan bangsa tidak sepenuhnya dinikmati rakyat.
“Setelah saya memimpin dan melihat langsung berbagai data, saya cukup terkejut melihat betapa besar kekayaan negara yang hilang dan belum bisa dinikmati rakyat secara maksimal,” ungkapnya.
2. Bertekad Menutup Kebocoran Anggaran dan Menyelamatkan Ekonomi
Presiden menegaskan bahwa berbagai temuan tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan bersama.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen menutup berbagai celah kebocoran anggaran dan memastikan kekayaan negara kembali kepada rakyat.
“Kita tidak ingin mencari siapa yang salah. Yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki keadaan dan menyelamatkan kekayaan bangsa untuk kepentingan rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.
3. NU Disebut Tempat Belajar Politik
Dalam suasana yang lebih santai, Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan politik nasional.
Ia bahkan berkelakar bahwa siapa pun yang ingin belajar politik sebaiknya belajar dari NU karena kader-kadernya banyak berkiprah di berbagai sektor strategis.
“Kalau mau belajar politik, belajar saja ke NU. Kader-kadernya ada di mana-mana,” ujar Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
4. NU Dinilai Berkontribusi Menjaga Persatuan Bangsa
Prabowo menilai NU selama ini memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas, moderasi, serta persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan nasional.
Menurutnya, kontribusi ulama dan warga NU menjadi salah satu faktor penting yang membuat Indonesia tetap kuat dan harmonis dalam keberagaman.
5. Soroti Kedekatan NU dengan Institusi Negara
Presiden juga menyinggung hubungan historis dan kultural antara NU dengan berbagai institusi negara, termasuk TNI dan Polri.
Ia menyebut suasana keakraban tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan persatuan terus terjaga dalam kehidupan bernegara.
Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Bangkalan tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah, jajaran Pengurus Besar NU, tokoh nasional, ulama, serta pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan NU yang digelar di Pulau Madura tersebut.








Tidak ada Respon