Hukum & Kriminal

Setelah Khilafatul Muslimah, Surabaya Di Pastikan Bebas Ajaran Menyimpang

×

Setelah Khilafatul Muslimah, Surabaya Di Pastikan Bebas Ajaran Menyimpang

Sebarkan artikel ini
IMG 3251

Wecare Jatim- Belakangan viral nama Mazab Al Zaitun dengan berbagai kontroversinya. Surabaya sendiri sempat diramaikan dengan organisasi masyarakat bernama Khilafatul Muslimin.
Setelah Khilafatul Muslimah berikrar NKRI, dipastikan tak ada organisasi atau lembaga yang diduga menyimpang di Kota Surabaya.

Khilafatul Muslimin sempat ramai pada pertengahan 2022. Organisasi itu ramai karena hendak melakukan konvoi menggunakan motor dengan membagikan brosur ajakan bergabung dengan Khilafatul Muslimin untuk membangun negara khilafah.

Markasnya yang berada di Tandes Surabaya pernah digeledah Polisi. Selain itu ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Raya, Aminuddin Mahmud pun juga ditetapkan tersangka dan divonis 5 tahun penjara.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan selama ia menjabat sebagai Kepala Bagesbangpol, ia hanya menerima satu laporan saja soal organisasi menyimpang, yakni hanya Khilafatul Muslimin. Saat ini ormas tersebut masih beroprasi dan tidak dibubarkan oleh pemerintah karena telah menyatakan NKRI.

“ Mereka telah kembali ke NKRI. Kalau beroprasinya mereka tetap melakukan aktivitas tetapi aktivitasnya sudah tidak melenceng lagi,” ungkapnya.

Meski demikian, organsiasi itu terus dipantau oleh forum komunikasi di tingkat kecamatan. Selain itu juga Forkopimda Surabaya. Hal ini memastikan agar mereka tetap pada NKRI.

“Kalau dari pemerintah daerah melalui tokoh agama dan masyatakat meminta juga melakukan pemantauan di wilayah masing-masing dalam rangka menjaga kondsi yang aman tentram dan damai tentu kita juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tentunya,” terang dia.

Saat ditanya, bila nantinya organisasi ini kembali menyimpang, tentu ia akan melakukan sejumlah langkah sesuai dengan ketentuan yang ada. Pihaknya juga tak langsung membubarkan organisasi itu.

sampai hari ini hanya Khilafatul Muslimin saja satu-satunya organisasi yang pernah menyimpang di Surabaya. Tak ada lagi ormas atau lembaga lain yang serupa. Namun bila masyarakat mengetahui ada organisasi atau lembaga yang menyimpang bisa melapor ke Bagesbangpol aplikasi Wargaku, command center 112 dan lain sebagainya.

Sumber:IDNtimescom//Redaksi