Wecarejatim.com, BANGKALAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan Komisariat Ilmu Pendidikan menggelar seminar nasional bertema “Bangkalan Menuju Industrialisasi: Investasi Industri atau Investasi Pendidikan?”, Jumat (21/8/2026).
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya aktivis nasional sekaligus putra daerah Bangkalan Islah Bahrawi, Direktur Bangkalan Berbagi Syarif Baskoro, serta Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Syafi’.
Dalam diskusi, Islah Bahrawi menilai Bangkalan harus siap menyambut industrialisasi jika ingin berkembang dan keluar dari kondisi stagnan.
“Bangkalan harus siap dengan industri kalau mau maju dan berkembang. Jangan sampai kita stagnan seperti saat ini,” ujar Islah.
Namun, ia mengingatkan agar masuknya investasi asing tetap diikuti kesepakatan yang jelas, terutama mengenai keterlibatan tenaga kerja lokal.
Islah mencontohkan pengalaman kawasan industri di Morowali yang menurutnya perlu menjadi pembelajaran agar industrialisasi di Bangkalan tidak sekadar menjadikan daerah sebagai lokasi produksi.
“Jangan sampai investor Cina memindahkan negaranya seperti di Morowali. Harus jelas kesepakatan dan kontraknya dengan investor, berapa tenaga kerja asli Bangkalan yang akan masuk dalam industri padat karya tersebut,” tegasnya.
Meski demikian, Islah meminta masyarakat tidak terburu-buru menolak investasi.
“Jangan belum apa-apa sudah ditolak. Investor luar itu perlu rasa aman untuk masuk ke Bangkalan. Kalau industri masuk, saya berharap pemuda-pemuda Bangkalanlah yang menjadi aktor-aktor penting,” katanya.
Sementara itu, Syarif Baskoro menegaskan pentingnya dukungan terhadap investasi yang masuk selama memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, industri padat karya tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
“Kalau industri padat karya ini masuk, bukan tidak mungkin semuanya meningkat, seperti UMKM dan pengusaha lokal. Karena akan membuka peluang-peluang lainnya,” ujarnya.
Sedangkan Rektor UTM Prof. Syafi’ menyatakan kampus siap mengambil peran dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industri.
UTM, kata dia, memiliki berbagai jurusan dan program studi yang dapat menjadi basis pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal.
“UTM siap membantu menyiapkan pendidikan dan pelatihan untuk kebutuhan industri padat karya. Gedung-gedung UTM juga bisa digunakan untuk kegiatan peningkatan SDM yang dibutuhkan,” jelas Prof. Syafi’.
Pemuda Bangkalan Harus Jadi Pemain
Dari diskusi tersebut, para peserta bersama tokoh yang hadir sepakat menyambut baik peluang industrialisasi di Bangkalan.
Namun, masuknya industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM lokal.
Pemuda Bangkalan tidak boleh hanya menjadi penonton atau pekerja di level bawah. Mereka harus dipersiapkan menjadi tenaga profesional, pelaku usaha, hingga aktor penting dalam perkembangan industri.
Industrialisasi bukan sekadar mendatangkan pabrik, tetapi bagaimana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan keterampilan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bangkalan.




Tidak ada Respon