Evakuasi Korban Meninggal KM Mutiara Sentosa 2 Berlangsung Dramatis di Tengah Laut

8 dilihat
IMG 20260803 WA0004
A-AA+A++

SUMENEP, Wecarejatim.com – Proses evakuasi salah satu korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 berlangsung dramatis di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Korban ditemukan mengapung di laut dan dievakuasi oleh kru sebuah kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Hingga kini, identitas kapal yang melakukan evakuasi tersebut masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan.

Berdasarkan dokumentasi video yang beredar di media sosial, sejumlah awak kapal mengenakan alat pelindung diri dan jaket keselamatan saat mengevakuasi korban. Dengan penuh kehati-hatian, korban diangkat dari laut melalui sisi lambung kapal, kemudian dibaringkan di atas geladak menggunakan pelampung sebagai alas darurat.

Kondisi gelombang laut yang cukup tinggi serta ruang gerak yang terbatas menjadi tantangan bagi kru kapal dalam proses penyelamatan tersebut. Meski demikian, evakuasi berhasil dilakukan hingga korban dapat dibawa ke atas kapal.

Dari dokumentasi yang beredar, korban tampak mengalami luka di bagian kepala. Di dekat korban juga terlihat sebuah buku kontrol BPJS Kesehatan yang diduga dapat membantu proses identifikasi awal. Namun, identitas korban masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Peristiwa tersebut merupakan bagian dari operasi pencarian dan penyelamatan pascakebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi saat kapal melayani pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Hingga pembaruan data sementara, sebanyak 225 penumpang berhasil diselamatkan, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 41 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, serta unsur terkait terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal penyelamat dan memantau titik-titik yang diduga menjadi lokasi hanyutnya penumpang.

“Fokus kami saat ini adalah menyelamatkan seluruh korban yang masih mungkin ditemukan serta memastikan seluruh penumpang dalam manifes dapat terdata. Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan,” ujar salah seorang petugas tim SAR di lokasi.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu perkembangan resmi terkait identitas korban maupun hasil penyelidikan penyebab kebakaran kapal.

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan