wecarejatim.com – Malang nian nasib seorang ustazah berinisial IA di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Ia jadi korban pemerkosaan oleh pelaku berinisial MY pada Minggu (17/12/2023).
Berikut fakta-faktanya:
1. Diperkosa Saat Antarkan Pesanan Obat Kuat
Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman mengatakan IA diperkosa sekitar pukul 10.00 Wita di ruko milik MY. Saat itu IA mengantarkan pesanan online berupa obat penambah stamina ke MY.
MY meminta korban untuk masuk ke rukonya hingga mendekap korban dan melancarkan aksinya. MY berpura-pura tidak mendengar korban dan mendorongnya hingga jatuh di lantai ruko. MY kemudian membuka paksa celana IA dan memerkosanya.
Usai diperkosa pelaku, korban kemudian menghubungi sang suami yang sedang berada di Malaysia serta melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.
2. Minta Damai dan Janjikan Uang Rp 5 Juta
MY sempat meminta damai dengan IA setelah memerkosanya. Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman mengatakan MY meminta korban untuk berdamai via chat WhatsApp.
“Jadi sampai di rumah setelah aksi pemerkosaan itu, pelaku membuka komunikasi lewat chat WhatsApp untuk meminta maaf,” kata Nico kepada detikBali, Selasa (19/12/2023).
Setelah minta maaf, MY meminta IA untuk tidak memperpanjang masalah. MY bahkan bersedia memberikan uang Rp 5 juta sebagai tanda berdamai.
“Nah, namun korban mengatakan tidak bisa terima kejadian tersebut dan mengancam untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian,” jelasnya.
3. Pelaku dan Korban Adalah Mantan Kekasih
Nico menyebut MY dan IA adalah mantan kekasih. MY merupakan pimpinan sekaligus pengasuh di TPQ tempat IA mengajar saat ini.
“Jadi antara pelaku dan korban ini tiga tahun yang lalu pernah pacaran saat masih bujang dan gadis dan mengajar di TPQ milik pelaku,” katanya.
Pelaku memiliki istri dan 2 anak, sedangkan IA memiliki dua anak dan suami yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
4. Korban Sering Diajak Berhubungan Intim
Selama IA mengajar di TPQ milik MY, korban sering diganggu dan diajak menjalin hubungan intim. Namun, IA menolak ajakan MY.
“Ya sering diajak berhubungan. Namun korban tidak pernah menanggapi bahkan selalu mengingatkan pelaku bahwa mereka berdua sudah berkeluarga,” ujar Nico.
Sumber; Detik.com







