BeritaRegional

Rumah Warga Bantur Malang Rusak Diduga Dilempar Bom Ikan

4
×

Rumah Warga Bantur Malang Rusak Diduga Dilempar Bom Ikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260428 081706

MALANG, WECAREJATIM.COM — Sebuah rumah milik warga di Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mengalami kerusakan akibat ledakan yang diduga berasal dari bom ikan atau molotov, Senin (27/4/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sumpaji (59), seorang petani setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa insiden pertama kali diketahui dari laporan warga yang mendengar suara ledakan.

“Peristiwa diketahui sekitar pagi hari setelah saksi mendengar suara ledakan dari arah rumah korban. Saat dicek, bagian depan rumah sudah dalam kondisi rusak,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan keterangan sementara, ledakan diduga terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi kemudian menghubungi pemilik rumah yang saat itu sedang tidak berada di lokasi.

Setelah korban kembali, ditemukan sejumlah kerusakan pada bagian kaca depan, lantai, hingga tiang teras rumah. Di lokasi kejadian juga ditemukan pecahan kaca serta material yang diduga berasal dari bahan peledak.

“Dugaan sementara, pelaku melempar benda yang diduga bom ikan ke arah depan rumah korban sehingga menyebabkan kerusakan,” jelas AKP Bambang.

Pihak kepolisian memastikan bahwa tim Inafis dari Satreskrim telah turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

“Tim Inafis sudah melakukan olah TKP dan mengambil sampel dari lokasi untuk memastikan jenis serta penyebab pasti dari ledakan tersebut,” tambahnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp2,5 juta.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik aksi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan barang bukti diamankan untuk kepentingan penyidikan.

“Kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.