BangkalanPendidikan

Mahasiswa PBSI FKIP UTM Siap Terjun Asistensi Mengajar di 20 Sekolah Bangkalan

×

Mahasiswa PBSI FKIP UTM Siap Terjun Asistensi Mengajar di 20 Sekolah Bangkalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250806 150756 scaled
Foto Jami’ul Amil, S.Pd., M.Pd., Ph.D. tengah beserta Tim dan Mahasiswa Asistensi PBSI

Wecarejatim.com, Bangkalan — Rabu, 06 Agustus 2025, Sebanyak 110 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), tengah bersiap mengabdi dan belajar melalui program Asistensi Mengajar di 20 sekolah di wilayah Kabupaten Bangkalan. Pembekalan selama tiga hari (6–8 Agustus 2025) menjadi langkah awal penting bagi mereka sebelum terjun ke dunia pendidikan secara langsung.

Program ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memperkuat kompetensi akademik, pedagogik, dan karakter calon guru.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi merupakan proses pembentukan identitas guru masa depan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga peka terhadap kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah,” ujar Jami’ul Amil, S.Pd., M.Pd., Ph.D., salah satu dosen pemateri Strategi Pembelajaran Inovatif.

Kegiatan berlangsung di Aula Gedung RKBD UTM, kegiatan hari pertama diawali dengan sosialisasi asistensi mengajar dan tugas akhir mahasiswa. Para peserta juga mengikuti materi intensif dari para dosen PBSI UTM yang berpengalaman di bidangnya, antara lain:

Strategi Pembelajaran Inovatif – Ahmad Jami’ul Amil, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran – Mega Puspitasari, S.Pd., M.Pd.

Pendekatan Deep Learning – Afiyah Nur Kayati, S.Pd., M.Pd.

Pengembangan Potensi Siswa – Fiyan Ilman Faqih, S.Pd., M.Pd.

Sosialisasi Platform Si MBKM – Basir Qiyam Juliandi, S.Kom.

Tak hanya menerima materi, mahasiswa juga aktif berdiskusi dan bertanya. Banyak di antara mereka menyampaikan antusiasme serta harapan tinggi terhadap program ini.

“Saya sangat termotivasi setelah mengikuti pembekalan hari ini. Ternyata menjadi guru bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi juga menjadi teladan dan pembimbing bagi siswa,” kata Siti Aisyah, mahasiswa semester 7 yang akan ditempatkan di salah satu SMA negeri di Kecamatan Tragah.

Selain menekankan kompetensi profesional, pembekalan ini juga menggaris bawahi pentingnya empati, integritas, dan inovasi dalam praktik pendidikan.

“Kami berharap para mahasiswa bisa menjadi agen perubahan positif di sekolah masing-masing. Meski masih berstatus asisten, mereka membawa semangat baru yang akan sangat membantu guru-guru di lapangan,” ungkap Nelur Rohmah,M.Pd., yang juga  Penanggung Jawab Program Asistensi Mengajar Prodi PBSI UTM.

Dengan semangat dan bekal yang diperoleh selama pembekalan, 110 mahasiswa ini akan ditempatkan di 13 SMP dan 7 SMA Sederajat mitra yang tersebar di wilayah Kabupaten Bangkalan, mulai pekan depan.

“Saya yakin dengan semangat kebersamaan, kita bisa belajar sekaligus berkontribusi. Ini pengalaman berharga yang tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga bagi sekolah dan siswa di tempat kami ditugaskan,” tutup Rifki Maulana, mahasiswa peserta yang berasal dari Kecamatan Blega.

Dengan segala persiapan dan semangat yang dimiliki, program asistensi mengajar ini diharapkan menjadi wadah nyata bagi mahasiswa PBSI UTM untuk mengasah keterampilan, membangun jejaring sekolah, serta menyumbang praktik baik bagi pendidikan bahasa Indonesia di Madura.