Kriminal

Pasca Tragedi Berdarah, Polda Jatim Pertebal Pengamanan Pilkada di Sampang

×

Pasca Tragedi Berdarah, Polda Jatim Pertebal Pengamanan Pilkada di Sampang

Sebarkan artikel ini
j1acsdh7zayp3qq

Wecarejatim.com, Sampang – Pasca peristiwa berdarah yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sampang, menjadi perhatian khusus Polda Jawa Timur khususnya pada tahapan inti Pilkada 27 November 2024.

“Masuk tahapan inti Pilkada nanti tanggal 27 November 2024 pada 3-4 hari sebelumnya akan kami per tebal pengamanan kurang lebih 5 SSK lagi, ada Brimob 2 SSK, TNI AD ada 2 SSK dan Marinir ada 1 SSK,” terang Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto yang langsung terjun ke Sampang, Senin (18/11/2024).

Imam Sugianto juga mengaku berkunjung ke Kabupaten Sampang, Madura untuk menjalankan silaturahim sekaligus konsolidasi bersama ke dua Paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang untuk menandatangani kesepakatan bersama mewujudkan Pilkada damai.

“Silaturrahim konsolidasi, kolaborasi kembali terutama kepada pasangan calon yang ber kontestasi untuk bersama – sama menandatangani kesepakatan pelaksanaan Pemilukada damai. Itu mengingatkan kembali bahwa kemarin kita dikejutkan dengan kejadian penganiayaan yang sampai mengakibatkan korban meninggal dunia, di wilayah Kecamatan Ketapang. Dari kejadian kemarin, kita langsung melakukan koordinasi terutama pada Paslon, semoga tidak merembet pada kejadian berikutnya,” ungkap Imam Sugianto, Senin (18/11/2024).

Pihaknya memastikan Polri dan TNI dan stakeholder terkait, khususnya Polri akan mengejar pelaku sampai dapat.

“Alhamdulillah kita sudah dapatkan satu tersangka yang diduga tersangka dengan inisal FS dan pelaku kita bawa ke Polda Jatim. Saat ini para tim sedang bekerja di lapangan untuk mengungkap pelaku lain. Saya mohon doa, semoga kita bisa menangkap pelaku lain dan kita proses, dan kita tegakkan hukum seadil-adilnya,” tegasnya.

Kapolda Jatim juga menegaskan, siapapun yang melakukan pelanggaran, melakukan kerusuhan, keributan apalagi penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang pasti akan diberikan tindakan tegas.

“Kami pastikan, bahwa yang melakukan pelanggaran, melakukan kerusuhan, keributan apalagi penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang pasti hukum akan ditegakkan,” pungkas Kapolda Jatim.