Pemerintahan

Program Sejoli Sehati, Bupati Mojokerto Upayakan Lansia Hidup Mandiri

×

Program Sejoli Sehati, Bupati Mojokerto Upayakan Lansia Hidup Mandiri

Sebarkan artikel ini
fceec3984e7b917866a17377da00d185

Wecarejatim.com, Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, berusaha keras mengurangi angka stunting dan mendorong lansia di Kabupaten Mojokerto hidup mandiri.

Hal ini ditunjukkan saat ia kembali mengadakan acara Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) serta Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI) di Balai Desa Bangun, Kecamatan Pungging.

Bupati Ikfina menjelaskan, stunting adalah kondisi pertumbuhan balita terhambat sehingga dapat menyebabkan otak tidak berkembang dengan baik.

Bayi yang mengalami stunting biasanya memiliki tubuh yang kecil dan kurang berat badan, atau bisa disebut dengan gagal tumbuh. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan berpikir dan belajar anak.

“Karena masa balita di dalam kandungan ini terjadi pertumbuhan otak, dan sampai 5 tahun, sehingga kalau balita kekurangan gizi maka menyebabkan kecerdasan akan menurun,” terangnya (9/7/2024).

Ikfina melanjutkan, stunting juga bisa disebabkan oleh kondisi ibu yang  kekurangan energi kronis. Ini berarti, ibu dari balita tersebut mungkin tidak mendapatkan cukup nutrisi atau makanan yang sehat selama kehamilan.

“Jadi ibu KEK itu Kekurangan Energi Kronis, tandanya adalah lingkar lengannya kurang dari 23,5 cm, dan kalau ibunya kekurangan gizi bagaimana dengan janinnya, kalau ibunya kurang gizi maka bayinya juga kurang gizi,” ujarnya.

Selain itu supaya balita tidak mengalami stunting dapat diupayakan dengan selalu memberikan ASI eksklusif setelah bayi lahir hingga usia 6 bulan dan selanjutnya diberikan makanan pendamping ASI hingga usia 2 tahun.

“Makanan pendamping ASI harus ada salah satu dari zat tumbuh, salah satu dari zat tumbuh ini adalah telur, daging, ayam, ikan dan susu,” jelasnya.

Terkait dengan lanjut usia (lansia), Bupati Ikfina juga mengimbau untuk seluruh lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk dapat mandiri dan selalu menjaga kesehatannya.

Bagaimana caranya agar lansia mandiri maka cek kesehatan, asam urat, kolesterol, gula darah dan tensi darah,” tuturnya.

Orang nomor satu di wilayah Kabupaten Mojokerto itu juga mengingatkan apabila terdapat masalah kesehatan yang serius pada lansia untuk segera di periksakan ke puskesmas.

“Tekanan darah kalau tinggi maka minum obat, kalau tidak turun juga bisa dikonsultasikan ke puskesmas. Gula darah dan kolesterol tidak boleh lebih dari 200,” ucapnya.