Wecarejatim.com, Sumenep – Rekaman video anggota DPR RI Slamet Ariyadi yang ancam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Pendopo Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, viral di media sosial.
Dalam rekaman itu Slamet Ariyadi marah-marah dengan nada sangat keras sambil menunjuk-nunjuk ke arah pemuda lainnya, yang berada tepat didepannya.
Pria yang juga nyaleg DPR RI dari Partai PAN ini tak hanya sekedar meluapkan kemarahan. Ia juga mengancam membunuh PPK Lenteng. Slamet menduga ada penggelembungan suara saat proses rekapitulasi.
“Mon tak mate jek ngocak Slamet, cong ye. Mon alakoh cara rea,” begitu kalimat yang diucapkannya dengan nada emosional.
Kalimat Bahasa Madura itu memang berisi ancaman untuk membunuh terhadap seseorang.
“Kalau tidak mati jangan bilang Slamet, cong ya. Kalau bekerja seperti ini,” begitulah artinya secara sederhana.
“Jek alapola engko sampe toron ka dinnak, been kek lakek ro kaloar kabbi,” tegasnya sambil menunjuk pemuda kalem di depannya.
Dalam pandangan Slamet, indikasi permainan di PPK Lenteng mudah dipahami.
“Jangan main curang seperti ini, pleno sudah di dok, sudah diputuskan sekian, kok main…ini pidana sudah,” timpalnya.
Beberapa orang di hadapan Slamet kemudian berdiri meski tanpa sepatah kata pun yang keluar. Sedangkan suara-suara lain muncul dari pendukung Slamet seolah menguatkan bahasa-bahasa yang terlontar dari bosnya.
Dari informasi yang beredar, Slamet Areadi yang anggota DPR RI dari dapil Madura itu sengaja datang ke Pendopo Kecamatan Lenteng. Kedatangannya untuk menyoal dugaan penggelumbungan suara caleg se partainya.
Saksi PAN untuk rekapitulasi di Kecamatan Lenteng Rosid kepada media membenarkan, suara partainya ada penggelembungan.
Indikasinya, terdapat suara 2.000 lebih yang ditambahkan pada caleg nomor urut 2, Malik Efendi. Sedangkan Slamet Areadi nomor urut 1 di PAN.
Mengenai dugaan penggelembungan suara di PPK Lenteng belum bisa dipastikan sepenuhnya. Maklum, Hamdan yang ditemui Slamet Areadi selaku salah satu PPK Lenteng tak memberikan pernyataan apapun.
Berkali-kali dia hanya memencet telepon seluler miliknya tanpa bicara dengan siapa pun. Meski sempat memanas, situasi di Pendopo Kecamatan Lenteng berangsur-angsur pulih.
Sejumlah anggota Brimob yang sempat dihadirkan ke lokasi atas perintah Kapolsek Lenteng AKP Bondan Wibowo, terlihat tetap berjaga di lokasi.
Sayangnya, Ketua PPK Lenteng Affandi tidak ada di tempat saat kejadian. Sejumlah wartawan tidak bisa konfirmasi langsung kepada aktivis Muhammadiyah itu. Dua nomor telepon selulernya dibiarkan tidak aktif.








