Regional

Empat Kecamatan di Jember Terendam Banjir

×

Empat Kecamatan di Jember Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
66c66affef55

Wecarejatim.com, Jember – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember terendam banjir dampak dari intensitas hujan deras, Senin (20/01/2025).

Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Jember), banjir ini merendam sejumlah lokasi di empat kecamatan, seperti Sumbersari, Kaliwates, Rambipuji dan Bangsalsari.

“Secara keseluruhan, terdapat 479 kepala keluarga (KK) dan 1.297 jiwa yang terdampak. Meski begitu, kondisi saat ini berangsur surut. Dan aman terkendali,” kata Widodo Julianto, Kepala BPBD Jember, melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, hujan yang berlangsung sejak pukul 12.30 WIB memicu luapan air yang merendam pemukiman warga dan menyebabkan kemacetan di sejumlah jalan. Penyempitan drainase akibat material tanah, sampah, dan bangunan disebut menjadi penyebab utama meluapnya air.

Di Kecamatan Sumbersari, banjir melanda beberapa lokasi seperti Gumuk Kerang, Perum Mastrip, Perum Jember Permai II, dan Perum Semeru. Di Gumuk Kerang, misalnya, sekitar 25 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 40 cm, sementara satu mobil terseret arus. Kondisi serupa terjadi di Perum Mastrip yang mengakibatkan 30 rumah terendam hingga 70 cm dan puluhan UMKM terdampak.

Di Kecamatan Kaliwates, wilayah terdampak meliputi Krajan di Kelurahan Mangli, Perum Istana Tegal Besar, Kebon Dalem, dan Mrapah di Kelurahan Sempusari. Di Kebon Dalem, satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara di Mrapah sebanyak 230 jiwa dari 50 KK terdampak genangan air hingga 30 cm.

Sementara itu, Kecamatan Rambipuji juga terkena imbas banjir, dengan Dusun Dukusiah di Desa Rambigundam menjadi salah satu lokasi terparah. Sebanyak 41 KK di wilayah ini terdampak, dengan genangan air mencapai 40 cm.

Kondisi di sejumlah wilayah seperti Rambigundam dan Bangsalsari kini sudah mulai surut. Warga di lokasi terdampak lainnya juga mulai membersihkan rumah dan lingkungan mereka. Namun demikian, potensi banjir susulan tetap diwaspadai apabila hujan deras kembali terjadi.

Widodo Julianto menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah cepat untuk menangani situasi ini. “Kami telah melakukan koordinasi, penanganan di lokasi terdampak, serta distribusi logistik seperti sembako dan kasur lipat untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, kami juga telah mengerahkan tim untuk menyedot air di wilayah-wilayah yang masih tergenang,” ujarnya.

Widodo menambahkan, kerja sama antara berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, relawan, dan masyarakat, sangat membantu dalam mempercepat penanganan banjir. “Kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di area rawan banjir. Pembersihan saluran irigasi dan pelebaran drainase menjadi langkah prioritas yang harus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” tambahnya.

Penanganan banjir ini melibatkan berbagai unsur, seperti BPBD Jember, Destana dari beberapa desa, dinas sosial, dan puskesmas, hingga relawan.

Hingga kini, tidak terdapat kendala signifikan dalam proses mitigasi. Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan situasi segera pulih, dan langkah pencegahan dapat mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Sumber: Suaraindonesia/Mid