JAKARTA, WECAREJATIM.COM – Teka-teki sosok yang akan mengisi kursi Ketua DPRD Kota Surabaya akhirnya terjawab. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi menetapkan Syaifuddin Zuhri sebagai pengganti almarhum Dominikus Adi Sutarwijono.
Penetapan ini merupakan bagian dari kewenangan partai dalam menentukan posisi strategis di lembaga legislatif, sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan DPRD Surabaya pasca wafatnya Adi Sutarwijono.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah hak prerogatif partai. Ia berharap Syaifuddin Zuhri mampu menjalankan amanah dengan baik serta membangun sinergi dengan pemerintah kota.
“Kami minta Saudara Syaifuddin Zuhri bisa membangun sinergi yang baik antara wali kota, wakil wali kota, dan DPRD Kota Surabaya,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Said yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI itu menekankan pentingnya peran DPRD sebagai representasi aspirasi masyarakat. Ia mengingatkan agar kepemimpinan baru menjaga amanah rakyat serta menjunjung tinggi kehormatan lembaga legislatif.
“Jaga amanah rakyat yang dititipkan melalui PDI Perjuangan di Surabaya. Jangan mempermalukan partai dan kelembagaan DPRD,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Surabaya sebagai kota dengan dinamika tinggi dan menjadi barometer berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, pendidikan hingga demokrasi.
Menurutnya, kader partai yang mendapat amanah, baik di eksekutif maupun legislatif, harus mampu menangkap kebutuhan masyarakat serta perkembangan kota secara cepat dan tepat.
DPP PDI Perjuangan juga meminta seluruh kader untuk tegak lurus terhadap keputusan tersebut serta mendukung kepemimpinan baru agar berjalan optimal.
Partai, lanjut Said, akan terus membuka ruang evaluasi terhadap kinerja kader, baik di pemerintahan maupun DPRD, dengan tetap memperhatikan masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.






