FKIP UTM Goes to Malaysia 2026, Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

7 dilihat
IMG 20260904 WA0008 scaled
A-AA+A++

BANGKALAN, WECAREJATIM.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali memperluas kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui program FKIP UTM Goes to Malaysia 2026.

Mengusung tema “Menyongsong Pendidikan Unggul, Berkearifan Lokal, dan Berwawasan Global”, program tersebut menjadi bagian dari komitmen FKIP UTM dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan pengalaman akademik internasional bagi dosen dan mahasiswa.

Delegasi dosen dan mahasiswa FKIP UTM berpamitan kepada Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., di Ruang Rektorat Lantai 5 UTM, Kamis (3/9/2026). Rombongan akan menjalankan berbagai agenda di Malaysia mulai 8 September hingga 2 Oktober 2026.

Program tersebut mencakup asistensi mengajar, magang, pertukaran mahasiswa internasional, pengabdian kepada masyarakat, benchmarking, hingga penguatan kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan di Malaysia.

Salah satu agenda utama adalah Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) akan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran.

Selain itu, mahasiswa FKIP UTM juga akan mengikuti asistensi mengajar, magang, dan pertukaran mahasiswa internasional di School of Education (SOE), Universiti Utara Malaysia (UUM). Delegasi terdiri dari lima mahasiswa Pendidikan Informatika, dua mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, satu mahasiswa Pendidikan IPA, serta lima dosen.

Tak hanya berorientasi pada akademik, FKIP UTM juga membawa misi pengabdian dan penguatan budaya Indonesia di Malaysia.

Pada 8–9 September 2026, sebanyak tujuh dosen dan empat mahasiswa akan melaksanakan kegiatan “Pelatihan Seni Budaya dan Kearifan Lokal bagi Siswa TK dan SD Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.”

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.

Agenda pengabdian lainnya dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Sungai Buloh melalui program “Aku Anak Indonesia: Petualangan Meraih Mimpi”. Kegiatan ini melibatkan delapan dosen dan delapan mahasiswa dengan sasaran siswa Sanggar Bimbingan Sungai Buloh.

Sementara itu, tim benchmarking dan kerja sama FKIP UTM bersama School of Education UUM akan membahas berbagai peluang kolaborasi akademik dan kelembagaan, termasuk rencana pengembangan program Double Degree.

Dekan FKIP UTM, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa program tersebut menjadi bukti komitmen fakultas dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan daya saing global.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP dalam mewujudkan internasionalisasi dan memperkuat daya saing global,” ujar Badrud Tamam.

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ juga berpesan kepada seluruh delegasi agar menjaga nama baik universitas dan Indonesia selama menjalankan misi akademik serta pengabdian di Malaysia.

“Tetap semangat mengabdi untuk kampus dan negeri tercinta, cari pengalaman dan sebarkan kebaikan seluas mungkin,” pesan Prof. Safi’.

Melalui FKIP UTM Goes to Malaysia 2026, UTM tidak hanya mendorong mobilitas internasional mahasiswa dan dosen, tetapi juga membawa misi memperkenalkan pendidikan, budaya, dan kearifan lokal Indonesia di tengah lingkungan global.

Program tersebut diharapkan mampu melahirkan calon pendidik yang unggul, berintegritas, tangguh, adaptif, berakar pada kearifan lokal, sekaligus memiliki wawasan global.

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan