Kota Pasuruan Kini Dinyatakan Bebas ODF 100 Persen

74 dilihat
A-AA+A++

Wecarejatim.com, Pasuruan – Setelah 10 tahun berjuang, Kota Pasuruan akhirnya berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF) 100% atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf di sela-sela menghadiri HUT BPJS Kesehatan ke 56 di Plataran Gedung Harmonie, Jumat (12/7/2024) kemarin,

Menurutnya, dinyatakannya 100% ODF setelah Rapat Pleno hasil verifikasi lapangan di Kota Pasuruan oleh Tim Verifikator Pusat, sehari sebelumnya alias Kamis (11/7/2024).

Dalam verifikasi tersebut, sebagian besar masyarakat telah menerapkan 5 pilar STBM yang menjadi indikator utama untuk mencapai status ODF 100%.

Barulah setelah itu, dilanjutkan dengan deklarasi ODF yang berlangsung di Ruang Rapat Untung Suropati I, Sekretariat Daerah Kota Pasuruan.

“Tidak ada lagi warga Kota Pasuruan yang buang air besar sembarangan, karena kita sudah mencapai 100 persen ODF,” katanya.

Menurutnya, deklarasi ini bukan hanya sekedar seremonial belaka. Akan  tetapi juga komitmen untuk menjaga keberlanjutan program ODF untuk ke depannya. Utamanya agar semua pihak senantiasa menjaga dan melestarikan kebiasaan hidup sehat tanpa buang air besar sembarangan.

“Seremony itu hanya formalitas saja. Yang terpenting adalah keberlanjutan untuk tetap menjaga dan mempertahankan apa yang sudah dicapai, itu yang sulit tapi akan mudah kalau semuanya kompak,” tegas Gus Ipul.

Keberhasilan Kota Pasuruan dengan predikat 100% ODF merupakan hasil kerja keras dan komitmen kolektif dari berbagai pihak. Termasuk masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi terkait.

“Tugas dan tanggung jawab kita ke depan adalah menjaga komitmen ini. Deklarasi ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berkomitmen mewujudkan kebiasaan baru ini,” ujar Gus Ipul.

Untuk menjaga keberlanjutan program ODF, berbagai upaya akan difokuskan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Pemkot Pasuruan akan mendukung dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan, seperti toilet komunal, terutama di wilayah yang membutuhkan. Jika anggaran terbatas, kita akan mencari dukungan dari CSR yang bekerja sama,” jelasnya.

Walikota juga mengungkapkan rencana untuk membuat regulasi yang mengatur tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) guna memperkuat komitmen ODF di Kota Pasuruan.

“Mohon doanya, kita akan membuat regulasi tentang SBABS, segera,” singkatnya.

Pos Terkait

Pos Terkait