Wecarejatim.com, Bondowoso – Sehari jelang pencoblosan, logistik Pilkada 2024 mulai diantar ke tempat pemungutan suara (TPS). Di Bondowoso sendiri pendistribusian ke TPS dengan cara dipikul dan berjalan kaki hingga tiga jam.
Bahkan, juga terpaksa menggunakan kuda sebagai alat transportasi. Penyebabnya karena medan yang sulit, terjal dengan tanah pijakan yang licin.
Pj Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro mengatakan bahwa pemerintah memberikan atensi khusus terhadap pengiriman yang menggunakan tenaga kuda karena akses yang tidak memungkinkan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko jika mengendarai kendaraan bermotor.
” Sehingga kita berharap dengan pakai kuda bisa menjamin sampai tepat waktu, ” katanya saat dikonfirmasi RRI saat peninjauan TPS Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Selasa (26/11/2024).
Meski harus menempuh waktu selama 2 jam dari balai desa ke lokasi TPS, namun dengan kondisi hujan pilihan terbaik menggunakan kuda.
” Itu orang yang berpengalaman sering disitu. Didampingi juga pengamanan, ” lanjutnya.
Selain itu, Pj Bupati juga menyebut akan memberikan apresiasi lain terhadap petugas yang bekerja ekstra dalam pendistribusian logistik. Menurutnya, siapapun yang memberikan kontribusi luar biasa untuk Pemilu akan diusulkan ke pemerintah provinsi maupun pusat untuk mendapatkan apresiasi.
Sementara itu, Panwascam Botolinggo, Akmal menjelaskan bahwa sebenarnya bisa berkendara sepeda motor. Tapi hanya sampai setengah perjalanan. Setelah itu, kendaraan ditinggalkan di tengah hutan. Dan petugas harus berjalan kaki. Karena medannya sangat menanjak, dan licin. Lebih-lebih saat ini musim penghujan.
“Kalau musim kemarau bisa motor. Motor di tinggal di hutan tak akan hilang, sudah biasa warga sini,,” jelasnya.
Sementara logistik Pemilu sendiri, semula memang diangkut motor. Tapi, setelah di jalanan menanjak dan sepeda tak bisa naik. Maka petugas bergantian memikul ke lokas TPS.
“Tadi ada TNI, Polri, PPS, PTPS, dan PKD, Pak Kades juga, Linmas,” ujarnya.
Dirinya membenarkan sebenarnya ada jalur lain yang bisa dilewati. Tapi, itu akan membuat waktu perjalanan mengantar logistik lebih lama.
“3 jam ini sudah melewati jalur yang lebih singkat. Meski harus berjalan kaki,” pungkasnya.











