Wecarejatim.com, Jombang – Memasuki musim penghujan, warga Kabupaten Jombang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hujan yang mulai sering mengguyur wilayah Jombang meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue yang menyebabkan DBD.
Menurut Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sadiyah, salah satu faktor penyebab DBD adalah penyintas DBD atau pasien yang sebelumnya pernah dinyatakan positif DBD.
“Mereka lebih mudah terserang DBD lagi. Karena dimungkinkan sistem kekebalan tubuhnya sudah jebol, sehingga lebih mudah terkena lagi. Biasanya, penyintas DBD kalau kena lagi lebih berat karena reaksi imunologis,” jelas dr Ma’murotus, Senin (4/11/2024).
Lebih lanjut, dr. Ma’murotus juga menyampaikan pentingnya langkah pencegahan dari masyarakat untuk meminimalkan risiko tertular DBD, terutama bagi penyintas yang rentan mengalami infeksi ulang.
“Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangatlah penting. Langkah-langkah sederhana seperti membersihkan tempat-tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk akan sangat membantu dalam menekan angka kasus DBD,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Jombang bersama pihak RSUD juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan khusus di fasilitas kesehatan, termasuk meningkatkan kesiagaan tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan. “Kami sudah berkoordinasi dengan puskesmas-puskesmas di seluruh kecamatan untuk lebih waspada terhadap gejala DBD, sehingga pasien yang datang bisa langsung ditangani secara cepat dan tepat,” tambah dr. Ma’murotus.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala demam tinggi, nyeri otot dan sendi, mual, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit.
“Jika gejala tersebut muncul, jangan tunggu lama untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit. Pengobatan dini dapat mencegah kondisi yang lebih parah,” jelasnya.
Sebagai informasi, dalam penganan kasus DBD di Kabupaten Jombang pihak Dinas Kesehatan Jombang telah melakukan penelusuran untuk mengetahui penularan dan penyebaran DBD di Kabupaten Jombang. Hasilnya, ditemukan ada 58 wilayah endemik DBD di lingkungan rumah, kebun dan sekolah.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menjalankan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air, serta menambah tindakan pencegahan seperti penggunaan lotion anti-nyamuk dan memasang kelambu.
Adanya kesadaran bersama dan tindakan preventif ini, diharapkan dapat menekan angka kasus DBD di Jombang, terutama di musim penghujan yang rentan seperti sekarang.







