Wecarejatim.com, Madiun – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun mencatat, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kota Madiun rata-rata mencapai 81,55 persen.
Rinciannya partisipasi pemilih pada pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP) 82,74 persen. Kemudian DPR RI di angka 81,10 persen, DPD 82,23 persen, DPRD Provinsi Jawa Timur 80,99 persen, serta partisipasi pemilih pada pemilihan anggota legislatif DPRD Kota Madiun 80,69 persen.
Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Madiun, Rokhani Hidayat mengatakan, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kota Madiun setidaknya melebihi target yang ditetapkan KPU RI.
“Target dari KPU RI itu partisipasi pemilih tingkat nasional di angka 80 persen, sedangkan kita mencapai 81,55 persen,” ujarnya saat ditemui RRI di kantor KPU setempat, Rabu (6/3/2024).
Rokhani menyebut, 18,45 persen pemilih tidak menggunakan hak pilihnya alias golput karena berbagai alasan. Di antaranya karena adanya pemilih pindah domisili.
“Mungkin dia ber-KTP Kota Madiun, tapi tinggalnya tidak di Madiun, sehingga KPPS kami ketika hendak memberikan surat undangan pemilihan ke TPS atau C pemberitahuan itu kesulitan. Dan dia juga tidak proaktif di dalam mengikuti Pemilu tahun 2024,” tambahnya.
Faktor lainnya, ketika hari H pemungutan suara, yang bersangkutan berhalangan hadir ke TPS karena sakit maupun tertimpa musibah. Meski begitu, ia menilai kesadaran masyarakat Kota Madiun menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024 cukup tinggi.
Sebab pada Pemilu 2019 lalu, tingkat partisipasi pemilih di Kota Madiun rata-rata 81 persen. Berbagai upaya telah dilakukan KPU dan badan adhoc lainnya untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Hanya saja, diakui masih ada masyarakat yang apatis terhadap Pemilu. Termasuk kalangan pemilih pemula dan gen Z yang berpikir skeptis untuk menggunakan hak pilih.
“Hal inilah yang menjadi prioritas kami ke depan untuk menggiatkan kembali sosialisasi pendidikan pemilih sehingga pada Pemilu yang akan datang, partisipasi masyarakatnya lebih tinggi,” tegasnya.
Sumber: RRI











