Wecare Jatim- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggenjot pelayanan masyarakat di tingkat rukun warga (RW). Namun, dia mengakui bahwa 180 kampung padat penduduk di Surabaya ternyata tidak punya Balai RW.
Eri menjelaskan bahwa meskipun di satu RW tidak ada Balai RW tetapi masih ada yang punya Balai RT. Dengan demikian, Balai RT yang ada bisa dipakai untuk pelayanan masyarakat.
“Jadi tidak membangun lagi, tetapi menggunakan Balai RT. Kalau tidak ada sama sekali, kami akan bicarakan untuk membantu. Karena saya ingin setiap Balai RW itu memiliki penanggung jawab, nanti di situ kami akan kerja,” ujarnya.
Ia meminta lurah, camat, pendamping kesehatan, pendamping kependudukan, dan pendamping pembangunan agar lebih aktif menyelesaikan persoalan warga. Selain itu, lurah dan camat dia minta menyelesaikan masalah dengan langsung menemui warga.
“Saya tanya dan duduk bersama RT dan RW, kami cek yang masuk keluarga miskin berapa? Oh ini tidak benar, ayo didatangi. Kami datang bersama RT, RW, lurah, dan camat. Warga yang didatangi menyampaikan kalau tidak mau mendapat bantuan permakanan, meminta keluar,” ujarnya.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa dirinya juga akan memantau pengecekan data dan layanan masyarakat di tingkat RW. Karena ia tidak ingin ada fitnah, maka harus dicek langsung secara bersama.
Sumber:Detik.com//Redaksi











