News

Fenomena Hujan Es di Jawa Timur, BMKG Minta Masyarakat Waspada

×

Fenomena Hujan Es di Jawa Timur, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Sebarkan artikel ini
031656000 1490791013 Hujan Es6

Wecarejati.com, Surabaya : Cuaca ekstrem masih melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti yang terjadi di Wilayah Sidoarjo Senin (26/2/2024) sore hingga malam kemarin. Fenomena Hujan es yang melanda kawasan tersebut disinyalir dampak dari awan CB atau comulonimbus yag ketinggiannya lebih dari 8 kilometer. Awan CB yang menjulang tinggi ini memungkinkan terbentuknya kristal-kristal es di puncak awan yang dapat turun menjadi hujan es.  

Terkait hal itu, BKMG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan 

terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode 26 Februari – 03 Maret 2024, yaitu di wilayah Kab. Bangkalan, Kab. Banyuwangi, Kota Batu, Kota Blitar, Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik, Kab. Jombang, Kota Kediri, 

Kab. Lamongan, Kab. Lumajang, Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Pamekasan, Kota Pasuruan, Kab. Ponorogo, Kab. Sampang, Kab. Sidoarjo, Kab. Situbondo, Kab. Sumenep, Kab. Trenggalek, Kab. Tuban, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Blitar, Kab. Bondowoso, Kab. Jember, Kota Surabaya, Kab. Malang, Kab. Pacitan, dan Kota Probolinggo.

Hingga hari ini wilayah Jawa Timur dan sekitarnya masih berada pada fase puncak musim hujan. BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Wilayah dengan topografi curam / bergunung / tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor jika wilayah tersebut terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat dengan durasi waktu yang panjang. Bagi Yang sedang berkendara perlu diwaspadai jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2 – 3 jam ke depan yang selalu kami bagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp: 0895800300011. Fase peralihan atau pancaroba diperkirakan akan memasuki sebagian besar wilayah Jawa Timur pada bulan Maret hingga April 2024. 

Fase peralihan atau pencaroba diperkirakan akan memasuki sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Bulan Maret hingga April 2024.