Wecarejatim.com, Malang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang memetakan sejumlah kerawanan di Pilkada Kabupaten Malang yang akan dihelat 27 November 2024 mendatang.
” Dalam pemetaan Pilkada, kami sudah diberi rambu rambu oleh Bawaslu RI terkait kerawanan, ada 61 indikator yang diberikan bawaslu RI untuk dipetakan di tingkat kabupaten, itu dibandingkan dengan pemilu 2024 kemarin,” ucap Komisioner Bawaslu Kabupaten Malang, Mohammad Hazairin, Minggu (11/8/2024).
Ia menjelaskan di pemilu 2024 ketika (kerawanan) dilaunching tahun sebelumnya, ada sekitar 20 indikator untuk pemetaan kerawanan yang terjadi di Pemilu, tetapi pada saat proses pemilu 2024 itu indikator kerawanan yang ada tercatat ada 26 indikator.
“Terus kami juga menambahkan 8 indikator untuk yang baru yang tidak masuk dalam 61 indikator yang dirilis oleh Bawaslu RI itu, ” ucapnya.
” Yang banyak memang terkait data pemilih, terus juga terkait penolakan SARA yang terjadi di Pemilu 2024, maka kami khawatir terjadi lagi kalau banyak calon, ” lanjutnya.
Juga politik uang perlu diwaspadai. Pihaknya menambahkan kerawanan terkait kebencanaan, seperti beberapa wilayah di Kabupaten Malang diantaranya di daerah Kecamatan Jabung, di Ampelgading dan di Tirtoyudo
” Daerah daerah itu kan rawan bencana alam, termasuk wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan itu kan rawan bencana. Apalagi 27 November itu kan musim penghujan, Jadi kami mengkhawatirkan terjadi, ” tandasnya.






