Wecare Jatim – Batu Kota Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau tim tanggap insiden siber resmi diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot). Tim ini sebagai upaya kewaspadaan adanya ancaman siber di lingkungan Pemkot.
Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko menjelaskan jika insiden keamanan siber dapat terjadi kapan pun. Hal itu bisa menimbulkan kerugian serius di institusi pemerintah.
“Saya memberi apresiasi adanya tim ini. Terlebih, Kota Batu jadi pilot project dalam pembentukan CSIRT di kabupaten kota se-Indonesia,” jelas Dewanti, dilansir dari beritajatim.com, Jumat (2/12/202).
Dengan adanya ancaman siber, perlu tindakan pencegahan, pemulihan bahkan penanggulangan apabila terjadi suatu insiden. Pemkot Batu, bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam penerapan CSIRT tersebut.
“Kota Batu jadi kota ke-29 yang meluncurkan CSIRT dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Dengan adanya tim ini, diharapkan bisa mengantisipasi berbagai ancaman siber yang saat ini sering terjadi. Tindakan pencegahan, pemulihan dan penanggulangan insiden sangat diperlukan,” ujarnya menutup.
Pada kesempatan itu, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Media dan Transportasi BSSN, Rinaldy menjelaskan jika ancaman siber di dunia digital tercatat mengalami peningkatan. Oleh karena itu Indonesia harus siaga.
“Perlu adanya upaya yang adaptif dan inovatif dalam mencegah serangan siber, oleh sebab itu BSSN membentuk sistem keamanan siber dengan CSIRT ini,” ujarnya.
Batu Kota CSIRT akan memberi bantuan atau saran untuk sejumlah aspek manajemen. Diantaranya dengan pemberian peringatan terkait keamanan siber, penanganan insiden siber dan penanganan kerawanan sistem elektronik.
Selain itu juga penanganan dalam hal artefak digital, pemberitahuan hasil pengamatan potensi ancaman sampai deteksi serangan siber. Keberadaan tim ini, diharapkan mengatasi sejumlah permasalahan keamanan informasi pada layanan berbasis elektronik yang ada di Pemkot Batu.
(Redaksi)







