BangkalanBeritaMaduraPendidikan

Forum Guru Paruh Waktu Datangi DPRD, Desak Perbaikan Sistem dan Kesejahteraan

×

Forum Guru Paruh Waktu Datangi DPRD, Desak Perbaikan Sistem dan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260419 WA0023

BANGKALAN, WECAREJATIM.COM – Perwakilan Forum Guru Paruh Waktu melakukan kunjungan silaturahmi ke DPRD Kabupaten Bangkalan guna menyampaikan langsung aspirasi terkait kondisi dan masa depan para guru paruh waktu.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka. Pihak legislatif menegaskan komitmennya untuk tidak mempersulit serta siap menerima dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan para pendidik.

Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan, Rokip, menyampaikan bahwa dirinya saat ini masih terus mendalami berbagai persoalan di sektor pendidikan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan serta mengawasi sistem yang dinilai berpotensi menghambat para guru.

“Kami di Komisi IV sebagai wakil rakyat akan terus berupaya melakukan yang terbaik, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan para guru,” ujarnya.(19/4)

Sementara itu, Yusron Hidayat menekankan pentingnya pengawalan ketat terhadap setiap kebijakan yang berkaitan dengan nasib guru paruh waktu.

“Prioritas harus diberikan kepada guru yang sudah mengabdi puluhan tahun, baik dari masa kerja, sertifikasi, maupun kinerja, agar benar-benar mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Muhammad yang menyoroti pentingnya kesejahteraan guru sebagai fondasi pembangunan pendidikan.

“Guru harus mendapatkan gaji yang layak. Selain itu, kuota pengangkatan juga harus diperbesar agar lebih banyak yang terakomodasi. Negara tidak akan rugi mensejahterakan guru,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peran guru sangat krusial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga kebijakan yang berpihak kepada mereka tidak boleh ditunda.

Forum Guru Paruh Waktu berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti pada dialog semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan nyata. Mereka juga mendorong agar Ketua Komisi IV DPRD segera menyampaikan aspirasi tersebut kepada Dinas Pendidikan untuk menghasilkan solusi konkret.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kolektif para guru dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan, sekaligus mengingatkan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh keberpihakan terhadap para pendidiknya.

Tinggalkan Balasan