Wecare Jatim- Menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 H atau 2023, kasus COVID-19 di Kota Surabaya mengalami peningkatan. Saat ini ada sebanyak 127 orang terkonfirmasi COVID-19 per 16 April 2023.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, dari 127 tersebut, 46 di antaranya dirawat di rumah sakit. Sementara sisanya isolasi mandiri di rumah.
Nanik mengatakan, lonjakan tersebur terjadi karena masyarakat sudah abai terhadap protokol kesehatan COVID-19. Selain itu juga karena tingginya mobilitas masyarakat.
“Karena masyarakat banyak yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan terutama pada waktu kegiatan diluar rumah, kemudian dibawa pulang ke rumah yang menyebabkan penularan kepada anggota keluarga lainnya,” ungkapnya.
Nanik menyebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya mulai dari 3T (Tracing, Testing dan Treatment ). Serta pula menggencarkan vaksinasi.
Jumlah kenaikan COVID-19 ini diamini oleh rumah sakit di Surabaya, salah satunya National Hospital. Per 17 April ada dua pasien anak yang dirawat di RS tersebut.
“Di Nathos dua minggu terakhir mulai ada pasien dari yang sebelumnya tidak ada pasien sama sekali, rawat jalan rawat inap juga mulai ada, seminggu ini rawat inap dua, itu bukan karena COVID tapi demam tinggi, diare muntah-muntah,” ujar dokter spesialis anak National Hospital, dr Achmad Yuniari Heryana,
Ia menjelaskan, kasus COVID-19 itu bukan merupakan varian omicron, melainkan varian baru. Varian tersebut cepat menular dan bergejala ringan.
Sumber:IDNtimes.com//Redaksi









