Berat Badan Korban Dugaan Pencabulan di Arosbaya Bangkalan Turun Drastis

60 dilihat
IMG 20261005 WA0068 e1791203195758
Sumber Foto : KabarMadura, DP3A Kabupaten Bangkalan
A-AA+A++

BANGKALAN, WeCareJatim.com – Kondisi anak yang menjadi korban dugaan pencabulan di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, mendapat perhatian serius dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan.

UPTD PPA telah melakukan penjangkauan langsung ke kediaman korban untuk melihat kondisi korban sekaligus melakukan asesmen awal terhadap korban dan keluarganya.

Plt Kepala UPTD PPA DKBP3A Bangkalan, Ernawati, mengatakan hasil observasi awal menunjukkan kondisi korban sedang tidak baik. Korban disebut mengalami gangguan makan dan tidur, serta mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis.

“Untuk kondisi korban sendiri dapat dikatakan sedang tidak baik-baik saja. Dari hasil observasi langsung, dia ada gangguan makan, gangguan tidur, dan berat badannya turun drastis,” ujar Ernawati, Senin (5/10/2026).

Menurut Ernawati, pendampingan terhadap korban tidak hanya berkaitan dengan proses hukum. Kondisi psikologis korban dan kesiapan keluarga juga menjadi perhatian dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami memang menitikberatkan ke korban dan keluarganya. Jangan hanya fokus pada proses hukumnya saja, tetapi kesehatan atau kesiapan mental dari korban dan keluarganya juga harus dipertimbangkan,” jelasnya.

Meski ditemukan sejumlah perubahan kondisi, UPTD PPA belum dapat menyimpulkan apakah korban mengalami trauma maupun menentukan tingkat keparahannya. Penilaian tersebut, kata Ernawati, harus dilakukan oleh tenaga ahli, khususnya psikolog klinis.

“Kami hanya sebatas asesmen awal. Tidak bisa langsung memberikan justifikasi kepada korban,” tegasnya.

Selain kondisi korban, UPTD PPA juga memperhatikan keberlanjutan pendidikan. Korban diketahui telah menyelesaikan pendidikan SMP, namun tidak melanjutkan ke jenjang SMA.

Dalam proses pendampingan, aktivitas korban saat ini cukup dibatasi oleh keluarga. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi korban, terlebih korban disebut merasa malu dengan situasi yang tengah dihadapinya.

UPTD PPA menyebut sejauh ini belum menemukan adanya perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar korban. Namun, keluarga mengaku merasa tidak nyaman dengan tindakan pihak yang disebut sebagai terduga pelaku yang masih berupaya mengirimkan makanan kepada korban.

Keluarga korban berharap proses hukum atas dugaan kasus tersebut dapat segera berjalan dan memberikan kepastian. Mereka juga berharap korban dan keluarga terhindar dari berbagai bentuk tekanan maupun intervensi yang dapat memperburuk kondisi korban.

Kasus tersebut kini masih dalam proses penanganan. UPTD PPA Bangkalan menegaskan pendampingan akan tetap diarahkan pada kepentingan terbaik bagi korban, termasuk aspek perlindungan, psikologis, pendidikan, dan proses hukum.

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan