Mahasiswa PBSI FKIP UTM Raih Kesempatan Asistensi Mengajar Internasional di Universiti Utara Malaysia

109 dilihat
Screenshot 2026 10 03 16 51 23 64 c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062
A-AA+A++

SINTOK, WeCareJatim.com — Langkah internasionalisasi pendidikan kembali ditorehkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mendapat kesempatan mengikuti program Asistensi Mengajar Internasional atau Student Teaching Internship Programme di School of Education (SOE), Universiti Utara Malaysia (UUM).

Program tersebut berlangsung sejak Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (2/10/2026). Dua mahasiswa PBSI FKIP UTM yang menjadi delegasi dalam program tersebut adalah Diva Salsabila Octarianto dan Yoga Adi Pratama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman mahasiswa melalui pembelajaran lintas negara. Tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk mengenal secara langsung sistem pendidikan, lingkungan sekolah, serta budaya akademik di Malaysia.

Selama rangkaian awal kegiatan, kedua mahasiswa didampingi Naelur Rohmah, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Delegasi juga didampingi Afiyah Nur Kayati, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi PBSI, serta Ahmad Jami’ul, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

Kehadiran mahasiswa PBSI UTM di UUM tidak hanya menjadi pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional sebagai calon guru.

Dalam program tersebut, mahasiswa berinteraksi dengan akademisi UUM sekaligus mendapatkan pengalaman mengenai praktik pembelajaran di lingkungan pendidikan Malaysia.

Diva Salsabila Octarianto, salah satu mahasiswa peserta program, menyampaikan bahwa kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting dalam proses pengembangan dirinya sebagai calon pendidik.

“Bagi kami, program ini menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan pendidikan internasional. Kami tidak hanya belajar mengenai metode pembelajaran, tetapi juga belajar beradaptasi, berkomunikasi dan memahami perbedaan budaya pendidikan,”Ujar Diva.

Hal senada disampaikan Yoga Adi Pratama. Menurutnya, pengalaman berada di lingkungan akademik UUM memberikan perspektif baru mengenai dunia pendidikan dan profesi keguruan.

“Kami berharap pengalaman selama mengikuti asistensi mengajar ini dapat menjadi bekal ketika kembali ke Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kemampuan mengajar dan membangun kepercayaan diri sebagai calon guru,” .

Setibanya di Kampus UUM yang berada di kawasan Sintok, delegasi UTM mendapat sambutan dari jajaran akademisi yang terlibat dalam program tersebut.

Di antaranya Prof. Dr. Mat Rahimi Mat Yusof selaku dosen pendamping dan PM Dr. Norhasimah Ismail yang ditunjuk sebagai DPL PBSI di lingkungan SOE UUM. Turut mendampingi kegiatan tersebut En Zolkefli Bahador dan Dr. Muhammad Asyraf Abdul Rahman.

Program kemudian diawali dengan pertemuan akademik dan musyawarah bersama. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan profil masing-masing institusi sekaligus membahas pelaksanaan program asistensi mengajar.

Acara dibuka oleh Dekan SOE UUM, Prof. Madya Dr. Mohamad Khairi bin Haji Othman. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan profil School of Education UUM beserta berbagai program studi yang berada di bawah fakultas tersebut.

Sementara itu, Dekan FKIP UTM, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd., yang memimpin delegasi Indonesia, menyampaikan pentingnya kolaborasi pendidikan antarperguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi FKIP UTM.

“Program seperti ini diharapkan tidak berhenti pada mobilitas mahasiswa saja, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” .

Kolaborasi tersebut juga melibatkan sekolah mitra di Malaysia. Dalam pertemuan akademik, turut hadir pimpinan SMK Syed Srirajuddin dan SMK Syed Saffi.

Penolong Kanan Pengetua SMK Syed Srirajuddin menyampaikan sekapur sirih, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pengetua SMK Syed Saffi.

Keterlibatan dua sekolah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan asistensi mengajar mahasiswa PBSI UTM selama berada di Malaysia.

Menurut Koordinator Prodi PBSI UTM, Afiyah Nur Kayati, S.Pd., M.Pd., keterlibatan mahasiswa dalam program internasional diharapkan mampu memperluas pengalaman mereka sekaligus memperkuat jejaring kerja sama institusi.

“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Melalui program internasional seperti ini, mereka dapat melihat praktik pendidikan dari perspektif yang berbeda dan kemudian membawa pengalaman tersebut untuk dikembangkan ketika kembali ke UTM,” .

Rangkaian pertemuan tersebut ditandai dengan penyerahan Letter of Acceptance (LoA) dari kedua belah pihak. Prosesi tersebut menjadi simbol diterimanya mahasiswa PBSI UTM dalam program asistensi mengajar sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara UTM dan UUM.

Dekan FKIP UTM juga menyerahkan cenderamata kepada perwakilan UUM serta pimpinan SMK Syed Srirajuddin dan SMK Syed Saffi.

Selain agenda akademik, delegasi UTM juga mendapat kesempatan mengenal lingkungan Kampus UUM yang berada di kawasan Sintok. Kampus tersebut memiliki kawasan yang luas dengan berbagai fasilitas akademik dan kemahasiswaan, termasuk Perpustakaan Sultanah Bahiyah, Gedung Canselori, Masjid Sultan Badlishah, Dewan Mu’adzam Shah, Dewan Tan Sri Othman, Varsity Mall, serta fasilitas olahraga.

Lingkungan kampus juga dilengkapi kawasan danau serta taman yang menyatu dengan lingkungan alam. Suasana tersebut menjadi bagian dari pengalaman delegasi selama menjalankan kegiatan di UUM.

Bagi FKIP UTM, program Asistensi Mengajar Internasional ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membuka ruang pembelajaran global bagi mahasiswa. Sementara bagi Diva dan Yoga, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik mereka untuk mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang memiliki wawasan internasional.

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan