Wecarejatim.com, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan data indikator kinerja utama menunjukkan tren positif, dengan penurunan angka gini ratio dan persentase penduduk miskin, serta peningkatan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI).
Hal ini tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah untuk tahun anggaran 2023 yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Lamongan Rabu, (20/3/2024) kemarin.
Dalam laporannya, Bupati Efendi mengatakan dampak positif dari strategi pembangunan yang komprehensif, melebihi target yang ditetapkan. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lamongan Tahun 2023 tumbuh sebesar 4,28 Persen melampaui target. Tetapi mengalami perlambatan dibanding tahun 2022.
“Hal ini dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan sektor pertanian sebagai dampak dari El Nino yang terjadi secara global,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan peningkatan capaian indikator RPJMD Kabupaten Lamongan, termasuk peningkatan nilai tukar petani, toleransi, stabilitas, solidaritas, dan indeks kepuasan masyarakat.
Pendapatan daerah dan belanja daerah juga mencapai realisasi yang signifikan, meskipun ada perbedaan antara target dan realisasi. Namun, peningkatan kinerja ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan seluruh elemen masyarakat, serta apresiasi terhadap berbagai penghargaan yang diterima dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jawa Timur, dan lembaga non-pemerintah.







