Wecarejatim.com | Jakarta — Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan langkah konsolidasi strategis dalam rangka rencana pembukaan sejumlah program studi (prodi) baru melalui audiensi resmi dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Kementerian Agama Republik Indonesia.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Keislaman, Abdur Rohman, bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Firman Setiawan, sebagai bagian dari penguatan aspek regulatif dan tata kelola kelembagaan.
Dalam rangkaian agenda, pimpinan Fakultas Keislaman juga melakukan koordinasi dengan Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI, Asroi, guna memastikan kesiapan administratif, dokumen akademik, desain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta pemenuhan standar mutu sesuai ketentuan yang berlaku.
Dekan Fakultas Keislaman menegaskan bahwa ekspansi akademik ini merupakan langkah terukur dan berbasis regulasi.
“Pengembangan prodi bukan semata-mata penambahan nomenklatur, tetapi bagian dari konsolidasi mutu dan penguatan kelembagaan agar Fakultas Keislaman UTM memiliki daya saing nasional,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik menyampaikan bahwa seluruh perangkat akademik telah dipersiapkan secara komprehensif, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis OBE, ketersediaan dosen tetap sesuai kualifikasi, hingga roadmap pengembangan lima tahun ke depan.
“Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar nasional pendidikan tinggi keagamaan. Kesiapan SDM, dokumen akademik, serta sistem penjaminan mutu internal telah kami konsolidasikan agar proses pembukaan prodi ini tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga kuat secara substansi akademik,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan undangan resmi dari Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Safi, agar jajaran Direktorat PTKI berkenan hadir di Kampus UTM dalam rangka penguatan sinergi dan pembinaan kelembagaan.
Sementara itu, Asroi secara prinsip menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan tersebut, mengingat UTM telah memiliki Fakultas Keislaman sebagai basis akademik.
“Insya Allah saya akan hadir ke UTM bersama Kasubdit Pengembangan Akademik, A. Rafiq Zainul Mun’im,” ungkapnya.
Audiensi ini menjadi bagian dari proses konsolidasi kelembagaan Fakultas Keislaman UTM dalam memperkuat transformasi akademik, memperluas akses pendidikan Islam yang berkualitas, serta memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan dalam koridor regulatif nasional.
Di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan ini, langkah penguatan kelembagaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan tinggi keislaman yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara nilai dan spiritualitas. Sinergi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia diharapkan menjadi wasilah lahirnya generasi intelektual Muslim yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat dan bangsa.







